Akhir Tahun Menara Perkantoran Canggih Pollux Rampung

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Okupansi (tingkat hunian) perkantoran di kawasan bisnis Mega Kuningan, Jakarta Selatan, rata-rata mencapai 75 persen dengan harga sewa Rp250-400 ribu per meter persegi (m2) dan harga jual melampaui Rp60 juta/m2.

Media Gathering World Capital Tower, gedung perkantoran tertinggi di Jakarta besutan Pollux Properties dan Mega Kuningan International di Jakarta, Kamis (25/1/2018). Ki-ka: Direktur Sales & Marketing Pollux Properties Maikel Tanuwidjaja, Project Manager Hendra, Vincent dari Mega Kuningan International dan Ratna Andriani, Leasing Manager World Capital Tower. (Foto: HousingEstate/Diyah)

Media Gathering World Capital Tower, gedung perkantoran tertinggi di Jakarta besutan Pollux Properties dan Mega Kuningan International di Jakarta, Kamis (25/1/2018). Ki-ka: Direktur Sales & Marketing Pollux Properties Maikel Tanuwidjaja, Project Manager Hendra, Vincent dari Mega Kuningan International dan Ratna Andriani, Leasing Manager World Capital Tower. (Foto: HousingEstate/Diyah)

Melihat pasar yang kondusif itu Pollux Properties dan PT Mega Kuningan International membentuk perusahaan joint venture PT Mega Kuningan Pinnacle untuk membangun proyek perdana gedung perkantoran premium World Capital Tower (WCT) di lingkar Mega Kuningan, Jakarta.

Gedung berkonsep The Global Financial Landmark itu dirancang arsitek Aedas Pte Ltd (Singapura) setinggi 270 meter terdiri dari 51 lantai. WCT juga memakai lift tercepat dengan kecepatan maksimal 420 mpm yang mampu menampung 26 orang atau setara 1.800 kg tiap unitnya.

Lift asal Jepang itu dapat bergerak ke lantai tujuan hanya dalam waktu 35 detik tanpa terasa ada goyangan. Gedung WCT juga dilengkapi alat pendeteksi bom dan metal tercanggih, termasuk aplikasi kaca setinggi 10 m dan tebal 19 mm berlapis Bomb Blass Glass Proof Material.

Untuk menghilangkan suara bising dari luar dan untuk menolak panas matahari, sinar infrared dan sinar ultra violet, fasad  gedung memakai Low-E-Double Glass, sehingga pemakaian AC dan listrik bisa lebih hemat.

Sistem struktur yang menggunakan Reinforced Concrete Shear Wall dan Special Concrete Moment Frame di sekelilingnya, didesain untuk menahan gempa hingga 8,5 skala richter.

Proses pembangunan yang dimulai sejak 2014 kini mencapai struktur atap, pemasangan kaca fasad, bahkan beberapa tenant sudah memulai konstruksi interior.

“Kita menjadwalkan kuartal keempat 2018 gedung sudah selesai dan mulai hand over kuartal satu 2019,” kata Direktur Sales & Marketing Pollux Properties Maikel Tanuwidjaja.

WCT dipasarkan dengan komposisi 30 persen strata dan 70 persen disewakan. Sebanyak 210 unit yang dipasarkan di Low Zone (1-18) saat ini sudah terjual habis. Total okupansi gedung diperkirakan sudah mencapai 40 persen dengan penyewa dari berbagai sektor industri mulai dari pertambangan, teknologi komunikasi, IT, sampai perdagangan umum.

“Perusahaan e-commerce dan bisnis co-working space juga termasuk salah satu tenant yang akan menjadi bagian dari fasilitas di WCT nanti,” ujar Ratna Andriani, Leasing Manager World Capital Tower. Selain perkantoran, WCT juga akan dilengkapi taman seluas 3.000 m2 dan gedung tambahan (annex) tiga lantai seluas 2.700 m2 khusus untuk ritel food & beverage.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me