Waspada Ah, Kalau Tinggal di Gedung yang Usianya Sudah 30 Tahun!

Big Banner

 

Foto: Rumah123/iStock

 

Masih ingat gempa yang mengguncang Jakarta dan sekitarnya belum lama ini? Tepatnya pada Selasa (23/1/2018). Meskipun pusat gempa ada di Lebak, persisnya 81 kilometer arah Barat Daya Lebak, tapi gempa yang terjadi pukul 13.34 WIB itu sumber goncangannya ada di Kedalaman 10 kilometer.

Pada Rabu (24/1/2018) dikabarkan ada gempa susulan yang terasa di Jakarta, juga saat siang sekitar pukul 13.32 WIB. Jumat (26/1/2018) terasa lagi gempa kembali di Jakarta, dikabarkan pusat gempanya masih di Lebak, Banten.

Baca juga: Kenapa Sih Bangunan Bisa Runtuh? Yuk, Cari Tahu Penyebabnya

Bicara soal gempa, tentunya ada dong kekhawatiran kita tentang risikonya. Lebih-lebih kalau sehari-hari kita berkegiatan di gedung tinggi, bahkan sangat tinggi semisal mencapai puluhan lantai. Seberapa kuatkah gedung-gedung tinggi pencakar langit itu tahan goncangan gempa?

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi), Andi Rukman Karumpa, menyatakan, sebuah bangunan memiliki usia maksimal yang memengaruhi daya tahannya, termasuk terhadap gempa.

Baca juga: Begini Cara Pilih Bahan Bangunan agar Rumah Kokoh 

“Memang kan semua bangunan yang ada di Jakarta sudah punya SLF (Sertifikat Layak Fungsi), tapi kan umur maksimum bangunan memang 30 tahun. Nah, yang jadi persoalan sekarang kan di saat terakhir ini kita banyak dilanda guncangan gempa,” kata Andi seperti dikutip detikFinance, Minggu (28/1/2018).

Mengapa 30 tahun? Bukankah banyak juga gedung berusia ratusan tahun peninggalan penjajah Belanda dan Jepang yang konstruksinya masih kokoh hingga sekarang? Andi membenarkan hal ini, namun dia mengingatkan bahwa bangunan peninggalan Belanda dan Jepang itu meskipun usianya sudah ratusan tahun, tapi hanya terdiri atas beberapa lantai saja. “Kalau yang 10 lantai ke atas ya itu harus kita perhatikan baik,” katanya.

Baca juga: Pengen Tahu Ga Rumah Anti-Gempa Tuh Kayak Apa?

Apa yang bisa kita lakukan kalau usia bangunan sudah di atas 30 tahun? Salah satunya adalah penguatan konstruksinya. “Namanya penyuntikan beton lagi,” katanya.

Perlu kamu ketahui, kekokohan sebuah bangunan bisa diketahui dengan peralatan khusus. Dengan cara ini bisa ditentukan kapan saatnya menguatkan konstruksi. “Orang teknik punya alatnya kan, mengecek kedalaman betonnya, ketahanan betonnya, semua ada alatnya,” katanya lagi.

Menurut Andi, sebuah bangunan bisa saja tetap kokoh hingga 50 tahun, bahkan 100 tahun. Namun, pada saat bangunan berusia 30 tahun, maka kita harus mencermatinya dengan saksama alias waspada!

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me