Mega Kuningan Pinnacle Luncurkan Menara Perkantoran Canggih

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Mega Kuningan Pinnacle meluncurkan proyek perdana menara perkantoran premium World Capital Tower (WCT) di lingkar Mega Kuningan, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu. Gedung 51 lantai berkonsep “The Global Financial Landmark” itu dirancang arsitek Aedas Pte Ltd (Singapura) setinggi 270 meter, salah satu yang tertinggi di Jakarta. Sedangkan desain interior digarap Hirsch Bedner Associates (HBA), dan konsultan lansekap Towland International.

Ki-ka: Direktur Marketing PT Mega Kuningan Pinnacle Maikel Tanuwidjaja, Project Manager Hendra, Direktur Veincent le, dan Leasing Manager Ratna Andriani usai peluncuran menara perkantoran World Capital Tower di Jakarta akhir pekan lalu. (Foto: HousingEstate/Diyah)

Ki-ka: Direktur Marketing PT Mega Kuningan Pinnacle Maikel Tanuwidjaja, Project Manager Hendra, Direktur Veincent le, dan Leasing Manager Ratna Andriani usai peluncuran menara perkantoran World Capital Tower di Jakarta akhir pekan lalu. (Foto: HousingEstate/Diyah)

WCT didukung infrastruktur dengan teknologi canggih, seperti lift tercepat dengan kecepatan maksimal 420 mpm yang mampu menampung 26 orang atau setara dengan 1.800 kg per unitnya.

Lift asal Jepang itu dapat bergerak ke lantai tujuan dalam 35 detik tanpa terasa ada goyangan. WCT juga akan dilengkapi alat pendeteksi bom dan metal tercanggih, termasuk aplikasi kaca setinggi 10 meter dan tebal 19 mm berlapis bomb blass glass proof material di lobi utama.

Untuk menepis suara bising dari luar dan untuk menolak panas matahari, sinar infrared dan sinar ultraviolet, fasad  gedung dilapisi low-e-double glass sehingga pemakaian AC di dalam gedung bisa lebih hemat.

“Untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penghuni gedung dari bahaya gempa, gedung didesain mampu menahan gempa hingga 8,5 skala richter,” kata Vincent Le, Direktur PT Mega Kuningan Pinnacle.

Sistem struktur  gedung juga menggunakan reinforced concrete shear wall dan special concrete moment frame yang membuat penghuni merasa lebih aman di dalam gedung.

Proses pembangunan WCT yang dimulai sejak 2014 sudah mencapai struktur atap, pemasangan kaca fasad dan beberapa tenant sudah memulai konstruksi interior.

World Capital Tower (Foto: Dok. Mega Kuningan Pinnacle)

World Capital Tower (Foto: Dok. Mega Kuningan Pinnacle)

Tingkat hunian atau okupansi gedung saat ini sudah mencapai 40 persen dengan tenant (penyewa) dari berbagai sektor industri mulai dari industri pertambangan, teknologi komunikasi, IT, perdagangan umum, dan lain-lain.

“Perusahaan e-commerce dan bisnis co-working space termasuk salah satu tenant yang akan menjadi bagian dari fasilitas di WCT nanti,” ungkap Vincent.

Selain perkantoran WCT juga akan dilengkapi taman seluas 3.000 m2 dan gedung tambahan (annex) tiga lantai seluas 2.700 m2 khusus untuk sentra ritel dan gaya hidup khususnya food & beverage.

PT Mega Kuningan Pinnacle, perusahaan joint venture PT Mega Kuningan International dan Pollux Properties, memandang pasar perkantoran masih kondusif  di wilayah pusat bisnis atau central business district (CBD) Jakarta termasuk Mega Kuningan.

Okupansi perkantoran di CBD Jakarta tahun 2017 mencapai 83 persen, sedangkan di kawasan Mega Kuningan rata-rata mencapai 75 persen dengan harga sewa di kisaran Rp250 ribu-400 ribu per meter persegi (m2) dan harga jual sudah melampaui Rp60 juta per m2. “Karena melihat kondisi pasar yang kondusif itu, manajemen PT Mega Kuningan Pinnacle pede meluncurkan proyek perdananya yang akan dikelola Cushman & Wakefield ini.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me