Menariknya Pinjaman Uang Muka Rumah dari Fintech

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Saat ini banyak developer menawarkan promo uang muka pembelian rumah yang bisa dicicil selama sekian bulan sampai sekian tahun untuk membantu mempermudah konsumen membeli rumah.

apartemen taman anggrek apartemen di jakarta

Ilustrasi

Jamaknya membeli dengan mencicil, tentu saja harga rumahnya menjadi lebih tinggi daripada price list awal, dibanding bila dibeli dengan uang muka langsung lunas atau lunas dalam 1-2 bulan.

Karena itu pinjaman uang muka yang ditawarkan perusahaan pembiayaan rintisan (start up) berbasis digital atau financial technology (fintech) ini menarik dijajaki. Transaksinya full online tanpa mempertemukan secara fisik pemilik dana atau pemberi pinjaman (lender) dengan calon peminjam (borrower) atau debitur.

Fintech berfungsi sebagai market place (lapak) online yang mempertemukan lender dan borrower (peer-to-peer lending). Fintech menyeleksi dan menganalisis aplikasi pinjaman yang masuk, kemudian menawarkan aplikasi yang layak kepada lender untuk dibiayai.

Salah satu perusahaan fintech yang menawarkan kredit uang muka rumah itu  adalah Gradana.co.id (Jakarta) yang disebut sudah terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkoinfo) dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Gradana memberikan pinjaman uang muka antara 24–36 bulan supaya bisa diakses lebih banyak konsumen. Minimal kredit depe ditetapkan 15 persen dari harga rumah. Bila dianggap bankable, permohonan kredit akan terealisasi dalam 14 hari kerja.

Menurut Angela S Oetama, founder Gradana, kepada housing-estate.com pertengahan Januari lalu, kredit uang muka ditawarkan Gradana karena tidak semua developer mampu memberikan promo depe bisa dicicil yang lama. Konsumen rumah pun diuntungkan karena dengan tenor kredit uang muka yang lama, cicilan bulanannya lebih ringan tanpa bunga tambahan.

Jadi, mereka bisa segera merealisasikan pembelian rumah tanpa harus mengumpulkan depe dulu. “Kalau harus menunggu sampai depe terkumpul baru beli rumah, upaya punya rumah sendiri makin sulit diwujudkan karena kenaikan harga rumah berlangsung lebih cepat,” katanya.

Harga rumahnya pun sesuai price list dan bisa di-lock sejak perjanjian kredit diteken. Hal itu dimungkinkan karena setelah akad kredit uang muka disetujui, fintech akan menyalurkan dana ke rekening developer full untuk seluruh harga rumah setelah dikurangi diskon. Mirip pencairan KPR bank di masa lalu yang bisa 90 persen di awal. Karena sudah membayar full harga rumah di muka, perusahaan fintech bisa mendapat harga diskon dari pengembang.

Karena itu rumah pun bisa dipasarkan kepada konsumen sesuai harga price list alias tanpa “bunga” (harga yang lebih tinggi) seperti bila mengambil promo depe bisa dicicil dari developer.

Sementara pengembang karena sudah menerima dana full di muka, bisa langsung membangun rumahnya sehingga serah terima rumah terjamin sesuai jadwal.

Sudah begitu, fintech seperti Gradana juga hanya bekerja sama dengan developer  terpercaya yang sertifikat rumah yang dikembangkannya sudah dipecah. Jadi, sangat aman dan menguntungkan baik bagi konsumen maupun lender. “Kami sudah bekerjasama dengan 10 pengembang terverifikasi di Jabodetabek dan Bandung. Puluhan pengembang lagi dalam tahap verifikasi dan penandatanganan kerja sama,” ungkap Angela.

Agar nanti konsumen dipastikan mendapatkan KPR, angsuran kredit depe dirancang begitu rupa sehingga kurang lebih sama sama dengan angsuran KPR-nya kelak. Gradana akan membantu konsumen mendapatkan KPR sampai memberikan solusi bila aplikasi KPR ditolak bank.

“Karena sertifikat rumah sudah dipecah, kepastian konsumen mendapatkan KPR lebih tinggi. Kalaupun ditolak, masih ada bank rekanan Gradana yang lain yang akan memberikan KPR,” jelas praktisi properti itu.

Berkaitan dengan itu, selama mencicil kredit uang muka ia menyarankan konsumen tidak mengambil pinjaman tambahan, karena bisa menurunkan kemampuan mencicil yang membuat permohonan KPR-nya ditolak.

“Sebagai general rules of thumb, biasanya bank memberikan plafon kredit maksimal 50 kali gaji bersih setiap bulan,” kata Angela. Jadi, kalau gaji anda Rp20 juta, maka plafon kredit maksimal Rp1 milliar.

Bila harga rumah Rp1 milliar dan KPR yang diajukan Rp850 juta (karena uang muka 15 persen sudah dilunasi melalui kredit depe), mestinya permohonan KPR itu  dikabulkan bank.

Namun, kalau dalam masa mencicil kredit uang muka dari fintech, anda mengambil kredit mobil Rp300 juta misalnya, otomatis plafon kredit turun menjadi Rp700 juta. Konsumen pun harus menambah uang muka Rp150 juta bila tetap ingin permohonan KPR-nya disetujui bank.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me