Jujur dengan Penghasilan, KPR Disetujui Bank

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Seorang kenalan membeli rumah tipe 36/72 seharga Rp215 juta dengan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) di sebuah perumahan di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, lima tahun lalu. Semua syarat sudah dipenuhi, gajinya bersama istri juga lebih dari cukup untuk membayar cicilannya. Tapi, bank menolak permohonan KPR-nya. Apa pasal?

Ilustrasi (Foto : dok. Majalah Housing Estate)

Ilustrasi (Foto : dok. Majalah Housing Estate)

Bank punya lima pedoman menilai kelayakan calon pemohon kredit (debitur) yang dikenal dengan istilah 5 C. Yaitu, character (kepribadian debitur), capacity (kemampuan mencicil), capital (kekayaan yang dimiliki), collateral (jaminan kredit), dan condition (prospek perusahaan tempat bekerja calon debitur).

Dalam kasus di atas, bank merasa calon debitur kurang jujur karena data di slip gaji dengan lalu lintas dana di copy rekening tabungan yang disampaikannya tidak sinkron. Bank juga heran, dengan gaji suami istri Rp12 jutaan per bulan dan hanya punya satu anak, kenapa calon debitur tidak memilih rumah yang kualitasnya lebih baik?

Menurut Dewi Damajanti “Maya” Widjaja, Vice President Head Marketing & Product Development Permata Bank, cara gampang membuat permohonan KPR disetujui bank adalah dengan jujur mencantumkan penghasilan.

“Kemampuan mencicil dan karakter calon debitur merupakan pertimbangan utama bank dalam menilai permohonan kredit,” katanya. Bukti sikap jujur itu adalah copy rekening tabungan yang menggambarkan secara faktual lalu lintas keuangan anda dan pasangan (kalau pemohon suami istri) setiap bulan.

“Slip gaji yang disertakan dalam aplikasi KPR harus sinkron dengan data di rekening tabungan,” ujarnya. Bila ada penghasilan tambahan dan disimpan di rekening berbeda, sangat membantu bila copy rekeningnya juga disertakan dalam aplikasi kredit sebagai bukti kekayaan yang dimiliki.

Kalau gaji dibayarkan manual, setelah diterima sebaiknya dimasukkan ke tabungan. Boleh saja langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tapi secara rutin sisihkan sebagian ke tabungan.

“Dari tabungan itu bank tahu berapa kemampuan mencicil anda setiap bulan, sehingga bisa segera menyetujui (atau tidak) aplikasi KPR,” kata Benny Purnomo, Presiden Direktur Bank MNC yang baru-baru ini melansir KPR Muda untuk kaum milenial dengan tenor (periode kredit) bisa sampai 30 tahun.

Itulah kenapa program DP Nol Rupiah yang dilansir Gubernur Jakarta terpilih Anies Baswedan, salah satu syaratnya menabung Rp2,3 juta/bulan selama minimal enam bulan, sebagai salah satu cara melihat kemampuan mencicil anda.

Agar bank makin mudah menilai permohonan KPR, Senior Vice President Non Subsidized Mortgage & Consumer Lending Division Bank BTN Suryani Agustinar menyarankan, calon debitur memastikan dulu kemampuan mencicil menurut tenor dan bunga KPR yang diambil serta DP yang dibayar, baru memilih rumah yang cocok dan mengajukan kredit.

“Permohonan KPR pasti cepat disetujui bank. Jangan dibalik, pilih rumah dulu baru mengajukan kredit,” katanya. Biasanya bank menghitung kemampuan mencicil maksimal 70% dari sisa bersih pendapatan per bulan.

Anda bisa melihat brosur perumahan atau membuka simulasi KPR di situs bank atau situs seperti housing-estate.com untuk mengetahui kemampuan mencicil itu.

Misalnya, rumah Rp300 juta dengan KPR 20 tahun, DP 15% (Rp45 juta), dan bunga 12% per tahun, angsurannya Rp2,8 juta/bulan menurut kalkulator simulasi KPR housing-estate.com.

Itu berarti rumah bisa dibeli calon debitur dengan tabungan bersih sedikitnya Rp4 juta/bulan. Tentu saja syarat lain juga harus dipenuhi seperti rumah sudah harus bersertifikat, punya IMB, dan lain-lain. Tapi, yang paling menentukan, ya kemampuan mencicil itu.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me