MRT Juga Menjadi Nilai Jual Apartemen Mewah

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Sekarang moda transportasi umum massal seperti mass rapid transit (MRT) menjadi nilai jual bukan hanya bagi apartemen menengah dan menengah ke bawah tapi juga apartemen mewah.

Pendapat itu dikemukakan Wibowo Muljono, Head of Residential PT Brahmayasa Bahtera (Astra Land), saat memperkenalkan apartemen mewah Arumaya (2,6 ha/1 menara/262 unit) kepada wartawan di Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Arumaya adalah proyek baru perusahaan hasil kongsi Astra International dan Hong Kong Land yang berlokasi di jalur MRT Lebak Bulus–Bundaran HI–Kota–Ancol Timur di koridor bisnis Jl RA Kartini-TB Simatupang.

Pembangunan MRT Lebak Bulus (foto: jawapos.com)

Pembangunan MRT Lebak Bulus (foto: jawapos.com)

 

Wibowo menyebut lokasi proyek yang berada di jalur MRT di antara bakal stasiun Lebak Bulus dan Fatmawati itu sebagai salah satu kelebihan utama Arumaya, selain keberadaannya di koridor bisnis.

Menurutnya, transportasi massal dan proyek properti yang terintegrasi dengan transportasi massal atau transit oriented development (TOD) adalah masa depan. Karena itu sekarang transportasi massal merupakan nilai jual bukan hanya bagi apartemen menengah dan menengah ke bawah tapi juga apartemen mewah.

“Di mana lagi di Jakarta orang bisa beli apartemen yang lokasinya bisa dicapai dalam 30 menit dari (pusat bisnis di Jalan Jenderal) Sudirman? Jadi, sekarang yang harus dilihat itu aksesibilitas yang menghubungkan (sebuah proyek) ke berbagai titik di dalam kota,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, menyusul pembangunan massif infrastruktur transportasi massal itu dan revolusi digital, gaya hidup masyarakat juga berubah menjadi lebih praktis dan karena itu mengutamakan aksesibilitas yang mudah dan cepat.

“Karena itu kita juga akan ikut mencari peluang-peluang (mengembangkan proyek dengan konsep) TOD itu,” ungkap Wibowo.

Arumaya akan mulai resmi dipasarkan akhir Februari atau awal Maret setelah diperkenalkan kepada para broker akhir tahun lalu. Pada tahap pertama apartemen yang dikeliling banyak fasilitas dan tidak jauh dari perumahan kaum berada Pondok Indah itu akan menawarkan sebagian saja dari jumlah unitnya. Ia belum menyebut angka persisnya.

Yang jelas ia menilai dengan kondisi pasar yang mulai membaik dan pembangunan infrastruktur transportasi massal yang sudah mulai terlihat wujudnya, sekarang saat yang tepat untuk mulai merilis proyek baru.

Arumaya (arum = emas dan maya = kekuatan penciptaan) yang akan menelan investasi total Rp 1 triliun menawarkan unit 1–3 kamar tidur (KT) seluas 55 – 116 m2 seharga Rp35 – 41 juta/m2 tergantung tipe dan blok. Selain itu ada juga tipe garden villa berupa rumah landed di area bawah dan atas sebanyak masing-masing delapan unit seluas 218 – 298 m2 per unit.

Karena makin berkurangnya ruang terbuka hijau (RTH) untuk bermain dan bersosialisasi di Jakarta, selain karena image daerah Jakarta Selatan sebagai kawasan permukiman tapak yang hijau, Arumaya mengalokasikan 70 persen lahannya untuk RTH dan fasilitas penghuni apartemen.

Wibowo mengaku optimis dengan prospek Arumaya. Target pasarnya para eksekutif muda dari kalangan atas yang mendambakan hunian dengan banyak taman dan kehijauan. “Di koridor TB Simatupang-RA Kartini banyak perusahaan nasional dan multinasional, tapi masih sangat sedikit yang menawarkan apartemen untuk segmen upper dengan konsep seperti Arumaya. Karena itu kita optimis dengan prospek proyek ini,” ujarnya.

housing-estate.com