Arumaya Dikembangkan seperti Anandamaya  

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Brahmayasa Bahtera (Astra Land) akan mengembangkan dan memasarkan proyek apartemen mewah barunya Arumaya (2,6 ha/1 menara/262 unit) di koridor bisnis Jalan RA Kartini-TB Simatupang, Jakarta Selatan, seperti Anandamaya (3 menara/509 unit) di pusat bisnis Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Apartemen Arumaya Residential

Apartemen Arumaya Residential

Keduanya sama-sama dilintasi jalur transportasi massal berbasis rel atau mass rapid transit (MRT) Lebak Bulus–Bundaran HI–Kota–Ancol. Kalau Anandamaya berhadapan dengan stasiun Setiabudi, Arumaya diapit stasiun Lebak Bulus dan Fatmawati.

“Anandamaya akan menjadi benchmark pengembangan dan pemasaran Arumaya,” kata Wibowo Muljono, Head of Residential PT Brahmayasa Bahtera (kongsi Astra International-Hongkong Land),  di Jakarta, Rabu (31/1/2018), mengenai proyek apartemen pertama Astra Land yang mulai dipasarkan Agustus 2014 dan akan diserah-terimakan November 2018 itu.

Anandamaya yang terdiri dari satu menara luxury (46 lantai) dan dua menara ekslusif (45 lantai) menawarkan tipe unit seluas 216–364 m2 di tower luxury dan tipe 130–172 m2 di dua tower lainnya. Proyek dianggap sukses karena hampir terjual habis kendati pasar disebut lesu dalam tiga tahun terakhir dan harga unitnya tinggi.

“Harga perdana Agustus 2014 antara Rp47 – 48 juta, sekarang berdasarkan transaksi terakhir akhir 2017 sudah Rp93-94 juta. Harga kita naikkan sedikit demi sedikit mengikuti perkembangan penjualan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, Anandamaya bisa sukses karena menawarkan best value in the class dan harganya lebih kompetitif dibanding apartemen sekelas. Best value bukan hanya dari sisi prestise lokasi dan jumlah unit yang terbatas (ekslusif), tapi juga dalam desain, pilihan material, finishing, fasilitas, infrastruktur, furnitur, aksesoris, dan lain-lain.

Semua unit menggunakan material premium dari merek ternama dunia. Unit dipasarkan semi furnished atau sudah berikut kitchen set, home appliances, bathub, dan wardrobe. Setiap unit mendapat lot parkir dan lift privat.

Bedanya, hanya pada target pasar. Kalau Anandamaya menyasar kalangan mapan, Arumaya membidik eksekutif muda dari kalangan atas baik yang bekerja di pusat bisnis Jakarta atau di koridor bisnis TB Simatupang–RA Kartini. Karena itu sebagian besar unitnya berukuran lebih kecil.

“Di koridor TB Simatupang-RA Kartini banyak perusahaan nasional dan multinasional, tapi masih sangat sedikit yang menawarkan apartemen untuk segmen upper. Itulah salah satu target kita. Dari Arumaya ke Bundaran HI hanya 30 menit dengan MRT,” kata Wibowo.

Arumaya (total ketinggian 22 lantai) menawarkan unit tipe 1–3 kamar tidur (KT) seluas 55–116 m2 seharga Rp35–41 juta/m2 tergantung tipe dan blok, ditambah tipe garden villa berupa rumah landed di area bawah dan atas sebanyak masing-masing delapan unit seluas 218–298 m2 per unit.

Proyek dikonsep sebagai garden resort dengan alokasi ruang terbuka hijau (RTH) dan taman yang besar. Dari 2,6 ha lahannya, hanya 1 ha yang dikembangkan menjadi satu meara apartemen dalam tiga blok berbeda. Sisanya menjadi taman dan RTH.

“RTH Jakarta sangat kurang, padahal itu sangat penting sebagai tempat bermain dan berinteraksi keluarga muda. Karena itu di Arumaya alokasinya kami buat besar,” ungkap Wibowo.

Arumaya akan mulai dipasarkan secara resmi akhir Februari atau awal Maret 2018. Pada tahap pertama akan ditawarkan 15–20 persen dari jumlah unitnya. Saat ini developernya sudah membuka nomor urut pemesanan (NUP).

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com