Penting! Buat yang Niat Upgrade Rumah ke Ukuran Lebih Besar

Big Banner
Ilustrasi. Foto. Rumah123/Realestate.com.au

 

Seiring peningkatan penghasilan, seseorang yang sudah memiliki hunian pertama cenderung ingin tinggal di rumah yang lebih besar dari yang ditempatinya saat ini. Upgrading, atau up-sizing, begitu istilah kerennya.

Terlepas dari istilah keren tadi, ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan menjadi seorang upgrader. Jangan sampai upgrade setengah-setengah, atau bahkan gagal dan terlilit utang. Apa aja sih?

Baca juga: Pesan Buat Kaum Milenial: Beli Rumah Aja Dulu, Up Grade Kemudian!

  1. Kemampuan Kredit

Meski penghasilan meningkat, tidak lantas membuat kamu mudah memperoleh kredit dalam jumlah besar. Selain penghasilan, besaran kredit sangat dipengaruhi pengeluaran, jumlah tanggungan, dan tenor yang diajukan.

Cek pula status perbankan kamu. Pernahkah ada tunggakan cicilan? Ini juga akan mempengaruhi jumlah kredit yang akan dikucurkan bank. Bahkan sangat mungkin gagal jika tunggakan cicilan lainnya masih cukup banyak. Cek ricek ya!

Baca juga: Stephen Curry Ga Hanya Hebat Main Basket Tetapi Juga Jago Up Grade Properti

  1. Tujuan Upgrade

Sebelum memutuskan membeli rumah yang lebih besar, kamu harus punya tujuan dan target jangka panjang. Untuk ditempati bersama keluarga, atau investasi. Tujuan ini akan memengaruhi pilihan rumah yang ingin dibeli. Bisa memenuhi kebutuhan saat ini, juga ke depannya.

  1. Biaya Tambahan

Rumah besar jelas membutuhkan dana perawatan dengan jumlah lebih banyak ketimbang hunian kecil. Renovasi juga menjadi hal yang lekat dengan hunian. Dalam kurun waktu tertentu, sebuah properti sudah seharusnya direnovasi demi keamanan dan kenyaman penghuninya.

Gak Cuma biaya perawatan, masih ada pertimbangan cost lainnya. Sebut saja pajak yang pasti menyesuaikan luasan lahan dan bangunan. Pun dengan interior. Semakin besar rumah, kamu akan kian tergoda mengisinya dengan furnitur cantik. Harganya? Harus dipikirin, lho!

Baca juga: Begini Cara Upgrade Properti yang Betul, Ayo Ikutan Juga

  1. Selisih Harga

Namanya upgrading, biasanya harus menjual rumah sebelumnya untuk membeli yang lebih besar. Nah, pasti ada gap harga nih! Pastikan selisih harga ini sudah masuk di perhitungan kamu.

Selain harga, sangat mungkin terjadi gap waktu. Misalnya, rumah lama sudah ada yang ingin beli, sementara kamu belum menemukan rumah dengan ukuran lebih besar yang cocok. Harus ada back up plan tuh!

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me