Hunian Terjangkau Dari Pipa Beton

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Krisis bisa memunculkan ide kreatif. Demikianlah yang dilakukan James LawCybertecture, sebuah biro arsitek dan perencana di Hong Kong untuk kotanya yang sejak lama mengalami krisis pengadaan perumahan dengan harga terjangkau.

(Foto:James Law  Cybertecture)

(Foto:James Law Cybertecture)

Harga rumahnya terus melangit, bahkan menjadi yang termahal di dunia. Karena lahannya yang terbatas, ukuran unit hunian yang ada pun makin mengecil. Law kemudian menawarkan ide membangun hunian dari pipa beton yang disebut Opod Tube Housing.

Melihat bentuknya, mengingatkan kita pada pipa beton berdimensi cukup besar yang biasa dipakai di saluran drainase kota. Pipa-pipa beton ini mudah diselipkan di antara gedung-gedung bertingkat yang sudah memadati Hong Kong, dengan cara disusun mirip tumpukan pipa yang dibuat kontraktor bila mengerjakan proyek drainase kota.

Dengan menggunakan pipa beton berdiameter 2,5 meter, ukuran unit OPod Tube Housing bisa ditata menjadi ruang hunian seluas 9,3 m2. Ruangnya memang mungil saja, tapi merangkum semua fungsi dasar hunian. Yaitu, area duduk yang bisa diubah jadi kamar tidur, area memasak dan kamar mandi, didukung jaringan listrik dan AC dengan kunci pintu utama dirancang bisa dibuka menggunakan gawai pintar.

(Foto: Financial Express)

(Foto: Financial Express)

Seperti yang ditunjukkan prototipenya, kedua sisi pipa di ujung depan dan belakang difungsikan sebagai pintu dan jendela berlapis kaca. Interiornya diberi warna putih, lantai dilapis kayu dan interiornya didesain bergaya industrial.

Pada unit prototype itu sebuah bench (bangku panjang) yang bila dibentangkan bisa menjadi tempat tidur, ditempelkan di salah satu sisi dinding. Di hadapannya terdapat ambalan yang bisa berfungsi sebagai meja kerja dan rak pajang.

Di sebelahnya rak untuk tempat menyimpan baju dan perlengkapan pribadi, sementara sisi lain dijadikan pantry yang berisi sebuah kulkas mini, sink untuk mencuci aneka peralatan rumah tangga dan microwave.

Sedangkan sisi dalam pipa dijadikan kamar mandi yang hanya berisi kloset dan pancuran. Untuk menjaga kualitas hunian, dinding dalam di area basah itu dilapis keramik yang ditata dengan pola hexagonal, sementara lantainya dilapis kayu tahan air yang di bawahnya menyambung dengan saluran pembuangan.

Seperti disampaikan kepada Dezeen, media arsitektur internasional, Law memang mendesain OPod Tube Housing untuk hunian sementara, sekitar 1-2 tahun. Setiap unit bisa dihuni 1-2 orang. Wabil khusus ditujukan bagi kaum muda yang belum mampu menyewa apartemen, apalagi membelinya di tengah kota, sementara aktivitasnya harus di situ.

“OPod Tube Housing memang masih eksperimen, berbiaya rendah, ukurannya mikro, tapi bisa jadi solusi persoalan rumah berharga terjangkau di Hong Kong,” kata Law.

(Foto: homecrux)

(Foto: homecrux)

Law tidak berasumsi proyeknya bisa menjadi solusi permanen. Tapi ia yakin desainnya bisa menjadi alternatif solusi bagi warga kota yang membutuhkan tempat tinggal temporer dengan harga terjangkau. Ia  menyebutkan biaya pembuatan dan pemasangan menjadi sebuah unit hunian sekitar 15.300 dolar AS atau Rp218 jutaan, setengah harga pengubahan sebuah unit kontainer menjadi tempat tinggal.

Tarif sewanya dihitung cuma Rp6 juta per bulan, jauh di bawah tarif sewa rata-rata unit apartemen satu kamar di Hong Kong yang setidaknya Rp30 juta per bulan.

Law juga mengonsep OPod sebagai tempat tinggal sementara yang bisa dipindah-pindah sesuai kebutuhan. Meski relatif ringan, sekitar 20 ton per pipa, jika disusun vertikal diperlukan struktur penguat tambahan. Ia menyarankan ketinggian maksimal “tumpukan” rumah pipa beton ini maksimal setara gedung empat lantai.

Jika lahannya memungkinkan, formasi susunannya bisa berbentuk tapal kuda, di mana bisa ditambahkan platform dan tangga sebagai akses penghubung. Menurut Dezeen, konsep OPod lebih fleksibel daripada konsep hexagonal sleeping pods yang dirancang Farmlab New York, Amerika Serikat.

Sumber: Dezeen, South China Morning Post, James Law Cybertecture

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me