Taman Vertikal Bisa Saring Udara Kotor di Kota, Udah Tau Belum?

Big Banner

 

Luas area 400 m2 di lantai rooftop Graha Persada 2 Bekasi disulap jadi taman yang hijau nan asri. Foto: Rumah123/Dharma Wiwjayanto

 

Bukan kabar baru bahwa di perkotaan lahan semakin langka. Alhasil, bangunan pencakar langit hadir bak jamur di musim hujan, baik itu bangunan hunian, perkantoran, maupun komersial. Tak heran, hutan beton mendominasi hampir setiap sudut pemandangan kota. Terutama di kota-kota besar, sebut saja Jakarta dan kota megapolitan lainnya di Indonesia dan di dunia.

Pada saat udara panas, hutan beton akan menyerap panas dari lingkungan sekitarnya. Pada saat malam, udara panas tersebut dilepaskannya kembali ke sekitarnya. Bayangkan, betapa panas jadinya udara kota, baik siang maupun malam.

Baca juga: 3 Gaya Taman Vertikal, Mana yang Kamu Suka?

Salah satu solusi meredam hawa panas tersebut adalah dengan membuat taman vertikal. Kenapa taman vertikal? Yuk, kita simak:

Taman Vertikal Bikin Kota Makin Atraktif

Bayangkan, beton-beton gedung jangkung yang kaku bak batu digantikan dengan pemandangan hijau di fasad-fasad bangunan dan di dinding-dindingnya, atraktif, bukan? Hutan beton berubah jadi hutan kota. Banyak arsitek dan penata kota di seluruh dunia menyadari efek ini sejak lama.

Terutama di kota-kota besar, tanaman amat penting. Pasalnya di musim panas, suhu di kota lebih panas ketimbang di kawasan suburban. Tembok telanjang menyimpan panas. Sementara fasad hijau justru menyejukkan.

Baca juga: 10 Tanaman yang Cocok untuk Kebun Vertikal, Sudah Tahu? 

Taman Vertikal Bikin Warga Kota Lebih “Happy”

Bila tembok-tembok di kota dibikin jadi taman vertikal, unsur alam lebih banyak hadir di kota. Taman pastinya bikin relaks orang yang memandangnya. Suasana hati kaum urban bisa lebih “nyantai” dengan hadirnya taman-taman di kota. Tentunya juga bikin lebih sehat warga kota karena taman vertikal berfungsi sebagai penyaring dan penyegar udara kota. Obat anti-stres buat semua nih!

 Taman Vertikal Bisa Jadi Filter Udara Kota yang Kotor

Polusi udara pastinya terjadi di kota besar, lebih-lebih di kota yang sibuk. Kajian ilmiah menyatakan tanaman di perkotaan bisa berfungsi sebagai filter yang menyaring udara kotor. Partikel berbahaya bisa ditahan, sementara udara bersih atau okisgen bisa disuplai ke lingkungan sekitar.

Baca juga: Begini Nih, Cara Gampang Merancang Taman Atap di Rumah Kamu

Taman vertikal berkemampuan memperbaiki kualitas udara. Pasalnya, lewat pori-pori di bagian bawah daun, tanaman menyerap nitrogen-oksida dan karbon-dioksida dari lingkungan, lantas memproduksi oksigen. Jadi fungsinya selain sebagai penyaring, sekaligus sebagai penyegar udara. Hal ini merupakan fungsi penting taman kota karena udara kota besar tercemar gas beracun serta partikel berisiko lainnya.

 

Foto: Rumah123/iStock

 

Taman Vertikal Menghadirkan Habitat Burung dan Lainnya

Dalam program bernama “Inovator” di stasiun televisi internasional berbasis di Jerman, Deutsche Welle (DW), menampilkan Dr Holger Wack, pakar lingkungan Institut Fraunhofer UMSICHT, yang menjelaskan bagaimana taman vertikal bisa menyaring udara kotor kota, “Bisa jadi partikel halus melekat di permukaan, semisal permukaan daun. Daun ini menangkap partikel halus dari udara.”

Menurutnya, kehadiran lahan hijau atau taman vertikal selain sebagai penyaring dan penyegar udara kota, juga memungkinkan serangga, burung, laba-laba. dan binatang kecil lainnya hadir. Biasanya di kawasan urban atau industri sudah tak ada lagi habitatnya, bukan?

Baca juga: Lahan Sempit? Bikin Taman Vertikal Saja! 

Bagian Tembok yang Bikin Taman Vertikal Subur 

Untuk mengetahui bagaimana agar taman vertikal bisa tumbuh subur, para peneliti menguji coba menanam tanaman di tembok. Uji-coba dilakukan selama tiga tahun untuk mengetahui tanaman mana yang mudah tumbuh di tembok. Hasilnya, di sisi yang terkena cahaya matahari, tumbuhan berkembang subur di kawasan industri, layaknya di kawasan laut tengah.

“Bagian ini menghadap ke Selatan dan paling banyak terpapar matahari. Kami mencoba menanam beragam herbal. Ada kemangi, mint, tomat, bawang putih atau sawi putih. Pegawai kami sangat senang, karena di sini tiba-tiba ada yang bisa dipanen”, ujar pakar batako ramah lingkungan, Wolfgang Hante.

Baca juga: Ketika Atap Gedung Perkantoran Jadi Tempat Nongkrong yang Hijau Asri

Taman atau Kebun di Atap Berfungsi Ganda

Taman vertikal memang dianggap sebuah konsep untuk mengembalikan alam ke kota-kota besar. Namun, taman horizontal pun tak kalah diincar oleh pakar penghijauan kota. Memamng sih kata mereka taman atau kebun di atap bangunan memang hanya berpengaruh kecil pada iklim mikro, tapi taman semacam ini selain untuk bersantai, juga bisa menyuplai makanan. Nah, multiguna kan?

Jadi, mau taman vertikal ataupun kebun horizontal, ga masalah. Pokoknya, lahan hijau di perkotaan jauh lebih baik dan berguna ketimbang hutan beton yang suram.

Batako untuk Menyiasati Tembok di Kota yang Bercuaca Panas 

Berkaca dari kejadian di Eropa, suhu tinggi di saat musim panas menyebabkan kekeringan. Menyiram fasad gedung-gedung tinggi bukan hal mudah. Perlu dicari solusi yang lebih kena. Nah, tembok percobaan di Kota Oberhausen, material temboknya sengaja dibuat sebagai bagian dari sistem irigasi.

“Batako punya sifat positif. Cepat menyerap dan menguapkan lagi air. Kami memanfaatkan prinsip ini dengan mengairi batako, yang meneruskan kelembapan pada tanah, hingga tanaman bisa diairi secara optimal,” kata Wolfgang Hante.

Areal taman dilengkapi bangunan Joglo yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kantor dan lainnya di gedung Graha Persada 2, Bekasi. Foto: Rumah123/Dharma Wijayanto

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me