Dari 8.670 Rumah Murah yang Diresmikan Jokowi, yang Kebanjiran Hanya 50 Unit

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Bulan Mei 2017 Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan perumahan bersubsidi Villa Kencana Cikarang (VKC) di Jalan Pulo Sirih, Sukajadi, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. VKC dikembangkan PT Arrayan Bekasi Development (SPS Group) di atas lahan seluas 120 ha. Sebanyak 8.670 unit rumah di atas lahan 90 ha merupakan rumah bersubsidi.

villa-kencana-cikarang

Tipe unitnya 25/60 seharga Rp121-140 juta/unit yang bisa dibeli dengan KPR bersubsidi, depe 1 persen, bunga lima persen per tahun fixed (tetap) 20 tahun, dan bebas PPN 10 persen. Saat ini seluruh rumah bersubsidi yang diresmikan Jokowi itu sudah terjual habis (sold out), sudah terbangun dan sudah mulai dihuni.

Baru-baru ini menyusul cuaca ekstrim yang melanda megapolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) yang ditandai antara lain dengan curah hujan yang tinggi dan lama, rumah-rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di VKC itu menjadi pemberitaan media online karena ikut kebanjiran.

“Beritanya bikin heboh sampai bawa-bawa nama (Presiden) Jokowi (yang meresmikannya). Padahal, dari 8.670 unit rumah itu, yang kebanjiran hanya 50 KK atau hanya 0,5 persen. Dan, itu kita sudah tangani dengan baik. Puluhan rumah itu tergenang air karena hujannya ekstrim, sementara beberapa jalur sungai (di sekitar perumahan) belum dinormalisasi sehingga meluap ke mana-mana, bukan hanya ke perumahan kami,” kata Tuti Mugiastuti, General Manager SPS Group, kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (9/2/2018).

VKC, jelasnya, dikembangkan dengan saluran drainase yang sangat baik dilengkapi water pound penampung air hujan seluas 8.000 m2 yang mampu menampung air saat curah hujan normal di kawasan perumahan. Drainase dan water pound itu telah membuat air cepat surut saat banjir kemarin itu yang tidak lebih dari tiga hari. “Bahkan, yang sampai masuk ke dalam rumah airnya tidak lebih dari satu hari,” ujarnya.

Dengan kejadian banjir kemarin, SPS Group juga mendorong pemda untuk segera melakukan normalisasi aliran sungai sehingga ke depan tidak ada lagi air yang meluber ke mana-mana saat curah hujan ekstra tinggi. Tuti meyakini Pemkab Bekasi akan bekerja cepat setelah terjadi curah hujan tinggi yang membuat kawasan menjadi banjir minggu kemarin.

“Kemarin itu force major karena di luar dugaan. Kalau sudah begitu, banjir nggak pilih-pilih. Jadi, (kebanjiran itu) bukan karena rumah ini depe-nya satu persen dan diresmikan (Presiden) Jokowi kemudian banjir. Area yang diresmikan Jokowi tahun lalu itu tidak banjir sama sekali. Sejak dikembangkan tiga tahun lalu, perumahan ini juga tidak pernah kebanjiran,” jelasnya.

Saat ini SPS Group masih mengembangkan VKC seluas 25 ha khusus untuk fasilitas komersial. Tahap pertama dikembangkan ruko seharga Rp750 juta/unit yang langsung terjual sebanyak 50 unit dalam seminggu. Nantinya akan ada juga rumah komersial tipe 45/84 seharga mulai dari Rp400 jutaan/unit.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com