3 Gaya Unik untuk Hunianmu, Mana yang Kamu Pilih?

Big Banner

Ruang makan dengan meja dan bangku ala rustic. Foto: Rumah123/GettyImages

 

Udah tahu kan bahwa tampilan rumah mencerminkan penghuninya? Jadi, kamu sebaiknya jangan menampilan interior rumah yang asal-asalan. Kalau kamu bosan dengan gaya klasik atau gaya mainstream, coba pilih satu gaya hunian yang unik berikut ini:

Gaya Rustic

Interior bergaya rustic berkesan alami. Biasanya bernuansa warna cokelat sehingga  menebarkan aura perdesaan. Ciri khas desain interior bergaya rustic ada pada materialnya yang tidak di-finishing semisal furnitur kayu yang tidak dicat, dinding yang tidak diplester, dan penggunaan batu alam.

Baca juga: Rustic, Hadirkan Desain Ruang Terkesan Artistik

Menyesuaikan tampilannya yang alami, gaya rustic juga bisa menggunakan perabot-perabot bekas yang tampak tua untuk mempermanis ruangan. Kayaknya sih gampang ya, tapi sebenarnya agak susah juga lho. Kalau kamu asal saja memilih gaya ini salah-salah bisa bikin rumah macam gudang saja.

So, kalau kamu ingin memadukan konsep rustic dengan gaya modern, cobalah menambahkan furnitur yang tampak alami di ruangan serba-high-tech. Biarkan furnitur tersebut tampil apa adanya tanpa polesan apa pun. Caranya bisa melalui penggunaan bata ekspos dan serat kelapa yang ditampilkan bersama kaca atau logam di salah satu dinding ruangan.

Gaya Industrial

Gaya ini biasanya diterapkan pada ruang publik di rumah, misalnya ruang keluarga atau dapur. Gaya ini lebih menekankan pengaplikasian raw material pada dinding, lantai, dan plafon yang merupakan ciri khas dari gaya ini. Kamu bisa mengekspos material penutup dinding dan lantai untuk menyajikan kesan ruang yang natural.

Jika menginginkan tampilan yang rapi, kamu pun dapat memilih material bata press yang permukaannya memiliki tekstur lebih halus dan rata untuk material penutup dinding.

Baca juga: Kreatif Bergaya Industrial, Itulah Kantor Milenial

Sedangkan untuk menutup lantai, kamu dapat mengekspos acian semen untuk memberikan kesan unfinished. Jangan lupa memberikan lapisan coating untuk menghindari lembap dan jamur pada permukaan dinding dan lantai.

Sempurnakanlah pula tampilan ruang dengan memilih elemen pengisi ruangan dan furnitur yang sesuai dengan tema. Ranjang yang terbuat dari kayu bekas bantalan rel kereta api atau potongan kayu tanpa finishing yang menonjolkan keindahan serat alaminya, bisa jadi cocok untuk mengisi kamar tidur industrial bergaya rustic.

 

Ruang duduk dengan dinding bergaya industrial. Foto: Rumah123/GettyImages

 

Gaya Retro

Gaya retro yang mengacu pada sesuatu yang oldschool ini biasanya mengambil tren 1950-an hingga 1970-an. Gaya retro merupakan salah satu gaya yang awet dan tak lekang oleh waktu. Nah, untuk mengaplikasikannya pada rumahmu, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah memilih warna. Gaya retro lekat dengan warna-warna yang cerah. Sebut saja, hijau, kuning, oranye, dan lain-lain.

Padukan pula motif dan corak yang bisa menghias rumah. Kamu bisa bermain menggunakan wallpaper atau wall sticker. Pilih saja pola dan corak geometris yang banyak digemari pada tahun 1950-an hingga 1970-an.

Baca juga: 4 Tips Bikin Rumah Gaya Retro, Boleh Nyontek Kok!

Untuk memperkuat karakter retro pada rumah, furnitur yang dipilih pun harus tepat. Gaya yang diusung cenderung simpel dan nyaris tanpa ornamen. Sebab, furnitur pada era tersebut cenderung mengedepankan fungsi.

Kamu pun bisa menghadirkan poster film atau musisi favorit dari era itu. Misalnya,  memajang koleksi kaset atau piringan hitam untuk menambah kuat kesan retro. Gaya retro cenderung berani, maka itu jangan takut untuk memadupadankannya. Asal masih selaras, rasanya tak ada salahnya memadukan beberapa warna dan corak dalam satu ruangan.

 

Gaya retro dengan furnitur vintage. Foto: Rumah123/GettyImages

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me