Jelang Beroperasinya Tol Bocimi, Rancamaya Buka Distrik Baru Seluas 28 Ha

Big Banner

Bogor, Mpi-update. Pembangunan proyek Jalan Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) merupakan salah satu infrastruktur yang sangat vital bagi warga Ciawi, Bogor, dan khususnya Sukabumi. Karena itu, jika sesuai jadwal tol ini akan dibuka pada Juli 2018 mendatang, maka diprediksi akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat hingga 0,76% pada 2019, pasca beroperasinya jalan berbayar tersebut.

Dampak positif itu diungkap oleh Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Barat, Wiwiek Sisto Widayat, usai rapat identifikasi potensi daerah sebagai dampak dari pembangunan jalan tol Bocimi bertempat di Balaikota Sukabumi, beberapa waktu lalu.

Dari rencana empat tahap pembangunan proyek tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), seksi satu yang menghubungkan Ciawi – Cigombong – Bogor akan selesai pada Maret 2018 dan direncanakan akan beroperasi pada Juli 2018.

Rancamaya Golf Estate, yang merupakan real estate pertama setelah pintu Jalan Tol Bocimi sangat berharap jalan Tol tersebut akan berdampak langsung terhadap kelancaran akses dari dan ke kawasan perumahan terpadu seluas 400 hektar tersebut.

Menurut Eftianto, Kadiv. Business Development , PT Suryamas Dutamakmur Tbk,. pengembang Rancamaya Golf Estate, pengoperasian Bocimi menjadikan Rancamaya terhubung langsung ke jalan tol sehingga potensi waktu tempuh ke Jakarta menjadi lebih pendek.

“Rancamaya Golf Estate itu cuma berjarak sekitar 100 meter dari pintu masuk Tol Bociwi yang kemudian langsung tersambung ke akses Jagorawi. Bagi penghuni Rancamaya jelas ini akan menjadi keuntungan besar dari sisi akses,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Senin (19/2).

Rancamaya yang sudah dikenal sukses mengembangkan kawasan pemukiman mewah mulai membidik pasar menengah. Hal ini dibuktikan dengan dibukanya distrik baru seluas 28 hektar yang merupakan lahan – lahan simpanan terkahir pada 400 Hektar Rancamaya I yang sudah dibangun dan dirawat lingkungannya lebih dari 23 tahun.

“Proyek hunian seluas 28 hektar ini ada di lokasi paling dekat dengan akses ke pintu tol Bocimi dan Bogor Inner Ringroad (BIRR) nantinya. Distrik baru bernama Kingsville ini sudah dibuka dua tahap penjualan dan sekarang sedang jalan tahap ketiga. Ada 193 unit yang kami pasarkan dan 80%-nya sudah sold out pada tahap dua,” katanya.

Cluster Salvador yang telah dibuka di Kingsville merupakan satu dari enam rencana klaster hunian yang akan dibangun di dalam distrik tersebut. Salvador adalah hunian yang ditujukan untuk pasar kelas menengah atas dengan harga mulai dari Rp600 juta-an, diilhami oleh seniman besar Salvador Dali, sehingga tema klaster itu sendiri bergaya arsitektur Spanyol.

Ada tiga tipe rumah cantik bergaya Spanyol yang ditawarkan di klaster ini, yaitu tipe Linea untuk hunian dengan luas 36/84. Lalu tipe Escala dengan luas 46/90 dan tipe Forma dengan luas 69/ 108.

Eftianto mengatakan permintaan hunian untuk kelas middle up di Rancamaya cukup tinggi dalam berapa bulan belakangan ini, terutama untuk cara pembayaran KPR dan Cash Bertahap.

 

Promo Menarik Untuk Februari

Lebih jauh, Eftianto, mengatakan pihaknya sedang melakukan program promo menarik dengan menawarkan subsidi bunga KPR dan DP 0% yang diharapkan bisa meningkatkan daya beli dari kalangan kelas menengah atas. “Februari ini kami selain promo tata cara pembayaran yang menarik, kami juga memberikan voucher menginap di Rancamaya Hotel selama 12x dalam setahun,” ujarnya lagi.

Dalam bulan promo ini, Rancamaya Golf Estate tidak hanya menawarkan hunian untuk kelas middle up, tetapi juga untuk kelas atas dengan menjual The Class at Cendana dan Richmond Peak. Kedua produk untuk kelas atas ini ditawarkan berupa kavling lahan siap bangun dengan luas di atas 200 m2 – 400 m2. “Untuk kavling yang kami tawarkan mulai dari harga Rp1,8 miliar atau Rp8 juta-an per m2 yang dapat dicicil sampai dengan 60x. Program DP 0% itu kami tujukan untuk penjualan rumah ready stock di klaster Rosewood dan kavling lahan ini,” kata Eftianto.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me