Masih Soal Pembiayaan Perumahan Pekerja Informal (2)

Big Banner

Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 857/KPTS/M/2017 besaran bantuan yang diberikan paling kecil Rp21,4 juta hingga Rp32,4 juta.

Sejumlah syarat menunggu penerima bantuan pemerintah seperti belum pernah mendapatkan subsidi atau bantuan perumahan dari pemerintah. Belum pernah memiliki rumah, lahan atau rumah satu-satunya yang tidak layak huni. Berpenghasilan tidak melebihi batas ketentuan.

Penerima bantuan harus memiliki KTP, NPWP dan SPT, dan berpenghasilan maksimal Rp6 juta per bulan bagi mereka yang ingin membeli rumah tapak dan Rp8,5 juta per bulan untuk rumah susun. Penerima bantuan tidak memiliki penghasilan tetap yang dibuktikan oleh surat peryataan yang diketahui oleh kepala desa atau lurah tempat KTP diterbitkan.

Berikutnya penerima bantuan harus memiliki tabungan dengan saldo mengendap minimal Rp2 juta hingga Rp5 juta selama 6 bulan di bank. Lama durasi tabungan yang bisa dijadikan acuan pendaftaran program. Artinya, bila pemohon memiliki tabungan kurang dari 6 bulan, maka belum bisa mengajukan permohonan program ini.

Kepala Subdirektorat Pola Pembiayaan Rumah Swadaya dan Mikro Perumahan Kementerian PU-PR Mulyowibowo mengatakan saldo tabungan yang mengendap selama 6 bulan tersebut digunakan untuk uang muka yang harus disediakan pengakses BP2BT sebesar 5%. Sementara itu, bantuan yang diberikan pemerintah diberikan mengikuti indkes yang telah ditetapkan mulai dari 6,4 persen hingga 38,8 persen atau maksimal Rp32,4 juta.

Lebih lanjut Bowo mengatakan, bantuan tersebut ditentukan oleh dua unsur yakni harga rumah dan besarnya penghasilan suami istri yang merupakan gabungan dari gaji, upah atau hasil usaha keduanya. Semakin kecil pendapatan MBR maka bantuan yang diterima semakin
besar. Sementara untuk harga rumah, semakin mahal harganya maka semakin besar bantuannya.

Dalam Kepmen tersebut, penghasilan kelompok sasaran kurang dari Rp3 juta akan mendapat bantuan paling banyak Rp32,4 juta. Sementara, kelompok penghasilan maksimal Rp8,5 juta jumlah bantuan minimal Rp21,4 juta.

Data BPS tahun 2015 kalangan MBR dengan penghasilan di bawah 3 juta rupiah paling banyak membutuhkan tempat tinggal, backlog di MBR informal tercatat mencapai lebih dari 6 juta unit. Sementara itu backlog atau kekurangan pasokan rumah hingga 13,38 juta unit karena tingginya kebutuhan rumah, namun tidak tercukupi pasokan.

Contoh, jika MBR berpenghasilan Rp3 juta dan harga rumah yang akan dibeli Rp100 juta. Maka MBR tersebut berhak mendapatkan bantuan maksimal dengan indeks 38,8 persen atau 32,4 juta. “Nanti dibandingkan, kalau rumahnya Rp100 juta dikali 38,8 persen Rp38,8 juta, dibandingkan
dengan batas maksumal bantuan Rp32,4 juta, kecil mana? Berarti ini yang kita pakai,” ujar dia.

Lanjut Bowo mengatakan bank akan menentukan besarnya pinjaman ke MBR serta lamanya pinjaman. “Karena menyasar ke pekerja informal, tenor pinjaman cenderung pendek karena menyesuaikan dari sisi risiko,” ujarnya. Guna mengatasi risiko kredit macet atau gagal bayar dan lainnya, program ini juga melibatkan lembaga asuransi atau jaminan lainnya seperti
Jamkrindo.

Sementara itu, MBR akan dikenakan bunga pinjaman sesuai dengan suku bunga bank yang berjalan sekitar 12-13 persen. Sudah ada beberapa bank yang sedang dalam proses PKO (Perjanjian
Kerjasama Operasional) seperti Bank BTN, Bank Artha Graha, Bank BRI, Bank BJB dan Bank Jateng.

Setelah MBR melakukan pengajuan bantuan tersebut, langkah berikutnya menentukan
hunian yang akan dipilih, apakah rumah tapak, rumah susun atau membangun rumah swadaya. Serta menentukan di mana lokasi yang akan dipilih untuk diverifikasi. Pasalnya, selain penghasilan,
dua hal tersebut memengaruhi jumlah dana bantuan yang bisa diterima dalam dari program BP2BT.

“Setelah ngajuin ke bank cari rumahnya dulu baru verifikasi. Lalu bank akan mengajukan dan BP2BT ke kami bahwa orang ini mau mengajukan rumah. Melalui bank, jadi bank akan mengantarkan ke PUPR,” tambah Bowo.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me