Apartemen Ini Pikirkan Juga Aktivitas untuk Penghuninya

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – GIB Land, pengembang apartemen Urban Heights Residence (UHR) di Jalan Raya Ciater, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Banten), meluncurkan community center untuk wahana interaksi dan fasilitas penghuni apartemennya serta masyarakat di sekitarnya, agar gaya hidup penghuni apartemen tiudak terlalu individualistis.

Jajaran manajemen GIB Land, pengembang apartemen Urban Heights Residence, Jl Ciater, Kota Tangerang Selatan (Banten), dan Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santosa Sungkari, berbincang dengan Walikota Tangerang Selatan Airin  Rachmi Diany (tengah, berjilbab). (Foto: Yudiasis Iskandar/HousingEstate)

Jajaran manajemen GIB Land, pengembang apartemen Urban Heights Residence, Jl Ciater, Kota Tangerang Selatan (Banten), dan Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santosa Sungkari, berbincang dengan Walikota Tangerang Selatan Airin
Rachmi Diany (tengah, berjilbab). (Foto: Yudiasis Iskandar/HousingEstate)

“Dengan adanya community center, penghuni bisa menjalin silaturahmi antar penghuni dan warga sekitarnya karena basisnya teknologi digital melalui aplikasi. Ada begitu banyak hal yang bisa diusung dengan basis community center ini untuk berinteraksi termasuk menyalurkan hobi sehingga bisa menciptakan harmoni bagi para penghuni,” kata Hanifa M Cokrodihardjo, Presiden Direktur GIB Land, saat peluncuran community center itu di lokasi proyek, yang juga dihadiri Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Hari Santosa Sungkari, Minggu (25/2/2018).

Selama ini, jelas Hanifa, pembangunan apartemen kurang memerhatikan kaidah bermasyarakat dan pendekatannya terlalu bangunan fisik. Padahal, setelah proyeknya terbangun akan dihuni oleh manusia yang sangat mungkin membutuhkan interaksi sosial. Karena itu pengembang perlu mengakomodasi dan mewadahi.

Walikota Airin mengapresiasi konsep yang disebutnya lebih bertanggung jawab ini, sehingga pengembang bukan hanya membangun proyek dan kemudian ditinggalkan setelah selesai. Dengan adanya konsep community center, ada kelanjutan dari pengembangan proyek properti mulai dari managemen gedung untuk pengelolaan teknis dan community center untuk penghuni.

“Konsep community centre ini sangat positif karena Tangsel makin berevolusi menjadi hunian vertikal karena lahannya makin terbatas. Ke depan yang seperti ini akan kami atur lebih jelas di peraturan resmi,” katanya.

Community center bisa menjadi ajang silaturahmi antar penghuni dan menyampaikan berbagai hal terkait minat dan hobi. Wadah ini juga bisa dipakai untuk meningkatkan ekonomi penghuni melalui misalnya, e-commerce. Selain itu konsep ini juga bisa digunakan untuk panic button bagi penghuni dalam situasi darurat yang akan direspon pengelola dengan cepat.

UHR dikembangkan di atas lahan 1,2 ha sebanyak dua menara setinggi 31 lantai mencakup 800 unit dan 1.200 unit hunian di setiap menara. Lokasinya sekitar 300 meter dari exit tol Serpong–Ulujami dan 2 km dari stasiun kereta komuter Rawa Buntu. Menara pertama 800 unit saat ini penjualannya diklaim sudah lebih dari 50 persen. Pembangunannya dijanjikan kelar akhir tahun ini. Tipe unitnya studio 23,15 m2, satu kamar tidur (KT) 30,8 m2, dan 2KT 42,5 m2 seharga Rp15 jutaan/m2 atau Rp377–800 jutaan/unit.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me