Wika Realty Gandeng PT NASA, Kembangkan Proyek TOD Jakarta River City (JRC)

Big Banner

Pengembang PT Jakarta River City – anak usaha dari PT Wika Realty, memastikan pembangunan proyek Mixed Use Jakarta River City yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur akan segera dimulai pembangunannya.

Kepastian tersebut setelah PT Jakarta River City mendapatkan penyertaan modal usaha dalam bentuk pinjaman kredit sebesar US$150 Juta dollar atau senilai Rp2 triliun dari AAE System, Inc – AAE System LTD, melalui PT Naratama Sukma Angkasa (NASA) selaku strategic partner dari PT Jakarta River City dan tercatat sebagai shareholder loan. AAE System, Inc merupakan perusahaan investasi asal California, Amerika Serikat yang telah menyalurkan bantuan pendanaan di lebih dari 21 negara, termasuk Indonesia. Sebagaimana diketahui, PT Wika Realty merupakan anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Rilis yang diterima mpi-update Senin (26/02) menyebutkan, penandatanganan perjanjian kredit (Signing Financial Agreement) antara PT Naratama Sukma Angkasa (NASA) dan AAE System, Inc dilakukan pada hari Jumat, 23 Februari 2018 bertempat di Ruang Legian 2, Grand Melia Hotel, Jakarta.

Business Development AAE System, Inc, Amir Qoyyum menuturkan, kerjasama yang dilakukan pihaknya di Indonesia merupakan kali kedua setelah sebelumnya juga melakukan kerjasama untuk pembiayaan dalam bidang energy. “Indonesia merupakan negara yang secara ekonomi cukup baik. Berdasarkan beberapa indikator yang dilihat pihaknya, Ia berharap jika kerjasama lainnya dapat kembali dilakukan.

Senada dengan Amir Qoyyum, Direktur Utama PT NASA, Andi Wawo Rustam, mengaku cukup optimis jika kerjasama bersama Wika Realty dapat berlanjut di masa mendatang. “Wika Realty merupakan salah satu developer terbaik di Indonesia. Kualitas dari beberapa portofolio milik Wika Realty juga tidak diragukan lagi. Karena itu kami sangat yakin dan optimis jika proyek Jakarta River City dapat berjalan dengan baik,” ujar Andi Wawo Rustam.

Sementara itu, Direktur Utama Wika Realty, Agung Salladin mengaku jika kerjasama antara PT NASA dan AAE System, Inc merupakan satu langkah awal yang baik bagi Wika Realty. Karena itu dirinya berharap, kerjasama serupa dapat terus berlanjut pada pengembangan proyek-proyek berikutnya.

“Sejak awal kita memang mengusung sistem open investment untuk beberapa proyek yang kita kembangkan, salah satunya proyek Mixed Use Jakarta River City. Dengan kerjasama yang terjalin hari ini kita berharap Wika Realty dapat terus berkembang sebagai salah satu developer terbaik dan terbesar di Indonesia,” tutur Agung Salladin, optimis.

Proyek terbesar di Koridor CBD MT Haryono

Proyek Mixed Use Jakarta River City berlokasi di Jalan MT Haryono, Cawang Jakarta Timur. Dikembangkan di atas total lahan seluas 6 hektar, proyek yang berada persis di sebelah aliran sungai Ciliwung ini nantinya menghimpun satu gedung perkantoran (lowrise) strata tittle, delapan tower apartemen strata tittle serta area komersial. Dengan luas lahan tersebut, Jakarta River City tercatat sebagai satu-satunya proyek terlengkap dan terbesar di koridor CBD MT Haryono.

Direktur Utama PT Jakarta River City, Rizkan Firman mengatakan, untuk gedung perkantoran akan dikembangkan di atas lahan seluas 5000 m2 dengan tinggi 7 lantai, dimana 2 lantai pertama merupakan area komersial. Perkantoran ditawarkan mulai dari 36 juta per m2. Sementara untuk apartemen secara keseluruhan akan merangkum sebanyak 13 ribu unit dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp28 juta per m2 (type Studio). Adapun, area komersial dikembangkan di atas lahan seluas 7000 m2 dengan mengusung konsep alfresco dining dan fasilitas Cinema pertama di kawasan MT Haryono.

“Secara konsep proyek Jakarta River City memiliki berbagai kelebihan, pertama lokasinya yang terhubung dengan berbagai fasilitas infrastruktur seperti stasiun LRT Cawang, halte Busway, akses tol serta Bandara Halim Perdana Kusumah. Sementara, dari konsep pengembangan Jakarta River City yang dirancang oleh konsultan Arsitektur Aedas Singapore ini mengutamakan konsep ramah lingkungan yang saling terhubung dengan pedestrian,” ujar Rizkan Firman.

Rizkan Firman menyebutkan, saat ini proses pembangunan Jakarta River City masih dalam tahap pematangan konsep dan pengurusan perizinan. Diharapkan pada kuartal III 2018 sudah mulai dapat dipasarkan untuk perkantoran serta kuartal I 2019 untuk apartemen. “Namun kita berharap untuk akhir tahun 2018 sudah bisa menggelar NUP kepada masyarakat,” harap Rizkan Firman.

Proyek Baru 2018
Sebagai informasi, Pada tahun 2017, Wika Realty berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp2,5 triliun yang terkontribusi dari penjualan unit apartemen dan landed house serta bisnis properti investasi yang dimiliki Wika Realty. Sementara, di tahun 2018, Wika Realty membidik marketing sales sebesar Rp4,5 triliun atau tumbuh sekitar 76%, sementara pendapatan yang dibidik sebesar Rp2,9 triliun atau tumbuh lebih dari 87% dibanding periode sebelumnya.

Untuk mendukung kinerja tersebut, PT Wika Realty rencananya akan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp5 Triliun. Dana capex tersebut nantinya akan digunakan untuk investasi tanah, pengembangan dan konstruksi kawasan, serta akuisisi perusahaan. Untuk mendukung dan merealisasikan rencana tersebut, beberapa strategi financial akan ditempuh Wika Realty, antara lain menyiapkan sumber dana yang berasal dari penambahan modal, Initial Public Offering (IPO), dan Medium Term Notes (MTN).

Pada tahun 2018, Wika Realty juga akan terus menambah portofolio proyek baru, termasuk beberapa proyek baru yang dapat memperbesar porsi recurring income serta menambah cadangan lahan. Untuk High-Rise Wika Realty rencananya akan meluncurkan lima proyek baru, yaitu Tamansari Skyhive Jakarta, proyek Depok serta proyek Keputih, Surabaya yang akan mulai dipasarkan pada Semester II 2018. Luas tanah 9.700 m2 dengan nilai investasi Rp1,2 triliun.

Untuk Landed House Wika Realty rencananya akan mengembangkan empat proyek, yaitu proyek Palembang, proyek Lahan Bintaro, Tangerang, serta proyek Soreang, Jawa Barat yang akan mulai dipasarkan pada Semester II 2018 mendatang.

mpi-update.com