Melongok Hunian TOD di Luar Negeri, Kayak Apa Sih?

Big Banner
Sebuah hunian TOD di Tokyo, Jepang. Foto: Rumah123/GettyImages

Berhubung lahan di perkotaan semakin langka dan kalau ada pun harganya selangit, maka buat kamu yang beraktivitas di perkotaan tentunya lebih memilih hunian yang efisien semisal dekat sarana transportasi publik (terminal bus, stasiun kereta api, bandara, dan lain-lain). Tak heran hunian berkonsep TOD (Transit Oriented Development) belakangan ini semakin diminati para pencari hunian.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Sigit Irfansyah, pada acara diskusi bertajuk Solusi Hunian: Transportasi, Akses, dan Kualitas Hidup di Prajawangsa City, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018), menyampaikan keunggulan hunian yang memiliki aksesibilitas transportasi umum.

Baca juga: Kaleidoskop Properti 2017, Pemerintah pun Bangun Daftar Panjang Hunian TOD

Menurut Sigit, hunian TOD memiliki nilai sebagai berikut:

Pertama, mengurangi polusi, kemacetan, dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kedua, meningkatkan pengguna angkutan umum.

Ketiga, berpotensi menciptakan nilai tambah melalui peningkatan nilai properti yang berkelanjutan.

Keempat, meningkatkan akses lapangan pekerjaan dan peluang ekonomi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Kelima, memperluas mobilitas dengan biaya transportasi yang rendah.

Baca juga: Kampung Rambutan Bakal Punya Hunian TOD Lho, Berminat?

Di negara lain, hunian TOD sudah cukup lama berdiri, mau sekadar tahu gambarannya? Nah, berikut ini ada 4 hunian TOD di luar negeri yang bisa jadi gambaran ke depan buat hunian TOD di Indonesia yang belakangan ini banyak dilirik.

 

Hunian TOD di Arlington County, Virginia, Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat mengerucutkan strategi pembangunan yang berkonsentrasi pada pengembangan area (sejauh 400 – 800 m) di sekitar Stasiun Washington Metro dan jalur bus padat penumpang.

Sepanjang jalur angkutan umum, pemerintah setempat menerapkan kebijakan untuk mendorong penggunaan lahan campuran dan TOD, serta perbaikan fasilitas bagi pejalan kaki.

Hunian TOD di Paris, Perancis

Jaringan bawah tanah telah dibuat untuk mengatasi keterpaduan antara 5 stasiun kereta utama dan transportasi lokal.

Seluruh area Kota Paris berjarak maksimal 500 m dari stasiun bawah tanah.

New Tram menghubungkan wilayah sub-urban lebih dekat dengan Kota Paris dan jalur trem lain di pinggir Kota Paris.

Baca juga: Lagi, Hunian TOD, Bakal Hadir di Depo LRT Kelapa Gading

 

Hunian TOD di Toyama, Jepang

Toyama Light Rail merupakan transportasi yang populer di CBD dan Stasiun Toyama dan sub -urban dan area pelabuhan.

Berjarak sekitar 7 km ke arah Utara dan Selatan.

Menghubungkan seluruh kota 25 menit dan interval kereta 10 menit di pagi dan malam hari.

Jumlah penumpang mencapai 180 ribu orang per hari.

Tama New Town, Jepang

Wilayah kurang berkembang di sebelah Barat + 30 km dari CBD Kota Tokyo.

Selama Tama New Town Project, telah membuat lompatan besar pada bisnis berbasis rel dan non-rel pada 1960-an dan sekarang dilayani oleh dua perusahaan kereta swasta.

Tama New Town sebagai pengembangan wilayah terbesar menargetkan pembangunan seluas 3 ribu hektare lahan dan 5 juta penduduk.

Selama proyek, Perusahaan Keio menerapkan perpanjangan jalur dan memulai operasional kereta sejak 1974.

Pendapatan dan keuntungan yang diperoleh Keio Group menyebabkan ongkos kereta menjadi lebih murah.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me