Rumah Mungil yang Sudah Miliaran Rupiah

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

HousingEstate.com, Jakarta – Satu dekade lalu menyebut rumah seharga miliaran rupiah di proyek real estate, yang terbayang rumah menengah atas dan mewah. Tapi, sekarang rumah di bawah Rp2 miliar/unit sudah masuk kategori rumah menengah.

rumah-mungil-miliaran-rupiah

Bahkan, di Jakarta rumah Rp1 miliar ke bawah terbilang rumah “warga pas-pasan”, dan karena itu sejak dua tahun lalu oleh Pemprov Jakarta dibebaskan dari pajak bumi dan bangunan (PBB).

“Memang, rumah Rp1 miliaran (sekarang) sudah masuk kategori menengah,” kata Vivin Harsanto, Head of Advisory Jones LangLasalle (JLL) Indonesia, sebuah perusahaan konsultan properti asing di Jakarta, kepada HousingEstate awal Februari lalu.

Kini mulai banyak developer memasarkan rumah seharga Rp1 miliar sampai di bawah Rp2 miliar itu ditambah sedikit yang Rp2-3 miliaran atau lebih.

“Karena sekarang hot spot properti itu di kisaran harga Rp800 juta-1,5 miliar. Saya tidak menyebutnya sebagai ekuilibrium baru tapi semata-mata karena shifting (peralihan) pasar,” jelasnya.

Penjelasannya, kalau dulu kebanyakan pemilik duit atau investor (yang paling berperan menggairahkan pasar itu) menyasar rumah menengah atas sebagai objek investasi, kini mereka beralih ke segmen menengah dan menengah bawah.

Bukan hanya karena pasar yang lesu sejak 2014 dan harga properti sudah terlanjur tinggi (over value) sepanjang 2010–2013, tapi juga karena perubahan demografi (yang makin didominasi kaum menengah) dan gaya hidup menyusul revolusi digital sewindu terakhir. “Sekarang pasar menengah dan milenial paling dominan,” ujar Vivin.

Jadi, dengan memilih rumah menengah yang harganya lebih rendah, investor berharap lebih mudah menjualnya lagi dan/atau menyewakannya. Hal itu diamini pengembang properti.

“Saat ini porsi penjualan properti menengah bawah mencapai hampir 60 persen, menengah 34 persen dan menengah atas (serta mewah) enam persen, karena shifting pasar (investor) dari segmen menengah atas ke menengah dan menengah bawah,” kata Ishak Chandra, Chief Executive Officer (CEO) Strategic Development & Services Sinarmas Land, pengembang sejumlah proyek properti berskala besar di berbagai kota di Indonesia.

Kalau rumah menengah berada di rentang harga Rp700 jutaan sampai kurang dari Rp2 miliar/unit, rumah menengah bawah seharga di bawah Rp700 juta. Pilihannya bisa apartemen di dalam kota atau di kawasan pusat bisnis sebuah kota baru, atau rumah tapak di pinggiran atau di luar kawasan bisnis sebuah kota baru.

“Tinggal pilih, masing-masing ada plus minusnya. Sejauh ini rumah tapak masih lebih banyak dipilih karena masih punya tanah kendati pamor tinggal di apartemen juga terus meningkat,” urai Vivin.

 

Ukuran kecil

Yang disebut rumah menengah miliaran rupiah itu juga jangan dikira berukuran lumayan, kebanyakan sudah berupa rumah kecil dua lantai di bawah 70 m2 dengan luas kaveling bervariasi tergantung lokasi.

Di perumahan menengah atas favorit seperti kota-kota baru (township) di megapolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), kavelingnya sama kecilnya dengan bangunannya. Di perumahan di luar itu, sebagian kavelingnya masih di atas 100 m2.

Yang paling mungil rumah miliaran rupiah di kawasan Serpong-Pondok Aren (di Tangerang Raya, Banten) dan sekitarnya yang harga tanah real estatenya terbilang paling tinggi di Jabodetabek, serta di beberapa spot di Bekasi (Jawa Barat).

Di Serpong dan Pondok Aren banyak dikembangkan township untuk kaum menengah atas seperti BSD City (6.000 ha), Alam Sutera (900 ha), Summarecon Serpong (700 ha), Paramount Land (700 ha), Bintaro Jaya (2.320 ha), dan Graha Raya (350 ha). Kota-kota baru itu sudah sangat ramai dihuni dilengkapi multifasilitas layaknya sebuah kota.

Bahkan, di Serpong Natura (210 ha) di Jl Raya Serpong, Pengasinan, yang sudah masuk wilayah Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, sekian kilometer di luar Serpong, yang disebut rumah Rp1 miliar hanya berupa tipe 55/60, sedangkan yang Rp1,2 miliaran tipe 68/60.

Begitu juga di Serpong Jaya (40 ha) di Jl Raya Puspitek Serpong, sekitar 15 menit berkendara dari BSD City (Serpong), rumah Rp1–2 miliaran hanya berupa tipe 55/72 dua kamar dan tipe 99/96 tiga kamar plus satu kamar pembantu (3+1).

Sedangkan di BSD City sendiri rumah Rp1,2 miliar berupa tipe 78/72 di klaster baru Tevana di kawasan The Savia (17 ha). Sementara di Bintaro Jaya (Pondok Aren) di distrik Discovery subklaster Discovery Alteza (2,5 ha), rumah Rp1,4 miliar berupa tipe 85/75.

Contoh lain, rumah seharga Rp1,1 miliar dan Rp1,2 miliar di klaster Lavesh Kota Harapan Indah (2.200 ha), Jl Sultan Hamengkubuwono IX, Bekasi (Jawa Barat), hanya berupa tipe 56/84 dan 60/90.

Dulu rumah tipe 54 terbilang rumah mungil satu lantai bersama tipe 70, 45, 36  dan 21 m2.

Jadi, pasar lesu atau bergairah, harga rumah terus meninggi. Karena itu sangat baik kalau anda segera berupaya merealisasikan pembelian rumah sebelum harganya kian tak terjangkau.

Anda bisa menyimak lengkap pilihan rumah menengah miliaran rupiah itu di Jabodetabek dan beberapa kota besar itu di Liputan Utama dan rubrik Daerah majalah HousingEstate yang beredar awal Maret ini.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com