KPR Tidak Boleh Bersumber Dari Dana Jangka Pendek

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Pembiayaan menjadi salah satu kendala dalam pembangunan perumahan. Sektor ini  membutuhkan dukungan dana besar dan jangka panjang. Untuk menjembatani hal itu sudah ada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) yang fungsinya mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan. Salah satu kegiatannya adalah melakukan sekuritisasi dana KPR perbankan ke pasar modal untuk kemudian dana tersebut disalurkan kembali ke lembaga pembiayaan untuk sektor perumahan. SMF juga  menerbitkan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Utang Partisipasi (EBA-SP) yang kembali disalurkan untuk pembiayaan perumahan. Sekuritisasi aset KPR ini tujuannya untuk memperoleh dana lebih besar yang dapat dipakai untuk sektor perumahan dan jangka panjang.

Direksi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF)

Direksi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF)

Kendati sekuritisasi aset KPR tersebut dapat menjadi sumber dana jangka panjang bank yang mau terlibat masih sangat terbatas.  Baru Bank BTN yang melakukan kegiatan sekuritisasi ini ditambah Bank Mandiri dengan nilai sangat kecil.

Direktur  Utama SMF Ananta Wiyogo menyatakan, kendala pembiayaan perumahan adalah ketidaksesuaian antara sumber dana jangka pendek dipakai untuk pembiayaan yang jangka panjang. Dengan adanya SMF diharapkan ketimpangan itu dapat diatasi dengan menggali sumber dana dari pasar modal. Masalahnya,bank yang mau melakukan sekuritisasi aset biasanya yang loan to deposit ratio (LDR) sudah maksimal sehingga mau menjual asetnya yang terbaik.

“Yang mau sekuritisasi itu biasanya loan to deposit ratio (LDR) sudah mentok. Kami (memang) hanya menerima aset-aset terbaik dan itu masih di-screening dengan 32 kriteria, makanya rating kita bisa triple A,” ujarnya kepada housing-estate saat paparan kinerja SMF 2017 dan rencana kerja 2018 di Jakarta, Jumat (2/3).

LDR merupakan rasio antara volume kredit yang disalurkan bank dengan jumlah penerimaan dananya atau rasio keuangan bank dengan aspek likuiditasnya. Ini  dapat menjelaskan kenapa bank-bank swasta dengan aset KPR besar belum mau mensekuritisasi aset KPR-nya. Sebab, aset yang disekuritisasi nilai bukunya akan berpindah. Ananta menyebutkan,  kinerja SMF ke depannya sangat prospektif dengan akan dikeluarkannya aturan Bank Indonesia (BI) mengenai net stable funding ratio (NSFR). Aturan ini mewajibkan perbankan untuk menyalurkan pembiayaan jangka panjang dengan sumber-sumber jangka panjang pula.

“Ke depan tidak bisa lagi KPR dibiayai dengan sumber pendanaan jangka pendek. Kalau ini sudah diterapkan bisa jadi percepatan bagi kinerja SMF dan akan lebih banyak lagi sumber pendanaan untuk membiayai perumahan. Begitu juga untuk KPR komersial, nanti kalau mereka sudah mentok LDR-nya pasti mau sekuritisasi asetnya ke SMF,” jelas Ananta.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me