Rusun TOD Tanjung Barat Segera Berdiri, Kamu Udah Ga Sabar Ya?

Big Banner

 

Ilustrasi. Foto: Rumah123/Getty

 

Proyek rumah susun (Rusun) terintegrasi moda transportasi umum atau berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, telah diresmikan pada Selasa (15/8/2017). Acara peresmian ini juga merupakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Rusun tersebut.

Perum Perumnas bersama PT KAI mengembangkan Rusun ini untuk mempercepat pembangunan satu juta rumah yang merupakan program pemerintah. Sampai saat ini Program Satu Juta Rumah masih backlog (kekurangan).

Baca juga: Mau Rumah? Buruan Daftar di Stasiun Tanjung Barat dan Stasiun Pondok Cina

Menurut Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (15/8/2018), Rusun TOD tersebut ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan kalangan menengah sebagai alternatif hunian yang lebih efisien.

“Ini merupakan wujud kerja sama sinergi BUMN untuk mengembangkan kawasan yang terintegrasi dan inklusif berbasis TOD, terutama untuk ruang-ruang vertikal yang belum dimanfaatkan,” kata Bambang di acara tersebut di atas.

Baca juga: Update! Cara Dapatkan Hunian TOD Stasiun Tanjung Barat

Menurut Bambang, pembangunan Rusun TOD tersebut merupakan bentuk inovasi hunian yang terintegrasi dengan sarana transportasi kereta komuter Jabodetabek. Proyek ini mencakup pembangunan 3 menara di Stasiun Tanjung Barat. Total akan ada 29 lantai yang akan menampung 1.232 unit hunian di atas lahan seluas 15.244 meter persegi. Targetnya, proyek ini rampung dalam waktu 2 tahun dengan investasi Rp705 miliar.

Proyek Rusun di Stasiun Tanjung Barat Jakarta ini akan terdiri atas Rusun sederhana milik (Rusunami) dan apartemen sederhana milik (Anami). Sekitar 25 persen dari total unit hunian diperuntukkan bagi MBR dengan tipe unit studio dan 2 kamar tidur.

Baca juga: Melongok Hunian TOD di Luar Negeri, Kayak Apa Sih?

“Pengembangan TOD di kawasan stasiun ini diharapkan mampu mendekatkan akses antara rumah dengan moda transportasi KA yang terintegrasi dengan moda lain, menciptakan efisiensi biaya, waktu, dan tenaga bagi para komuter, serta pengurangan polusi kendaraan dan meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat perkotaan,” kata Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, pada acara yang sama.

Baca juga: 2019, Rusunami dan Anami di Stasiun Tanjung Barat Bakal Rampung

Kerja sama pembangunan Rusun Tanjung Barat Jakarta akan dilaksanakan dengan pemanfaatan atas lahan PT KAI memperhatikan pola kerja sama jangka panjang sebagaimana pada Permen BUMN No. PER-13/MBU/09/2014 Tentang Pedoman Pendayagunaan Aset Tetap Badan Usaha Milik Negara.

Pengguna moda transportasi Commuter Line atau KRL yang mencapai lebih dari 900 ribu penumpang di Jabodetabek menuju tempat aktivitasnya itu tentunya akan lebih efisien dan dapat terhindar dari kemacetan bila tinggal di Stasiun Tanjung Barat.

Baca juga: Hunian TOD Tanjung Barat, Rusunami bagi MBR dan Anami untuk Non-MBR

Ke depannya, proyek serupa akan dikembangkan di lahan lain milik perseroan baik di Jabodetabek maupun seluruh Indonesia. Contohnya proyek TOD di Stasiun Pondok Cina, Depok.

Langkah selanjutnya, Perumnas dan PT KAI akan terus bersinergi demi memenuhi perizinan dan ketentuan yang berlaku agar penyediaan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi umum ini segera berdiri di lokasi lainnya.

rumah123.com