Ketepatan Jadwal Kedatangan-Keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta Terburuk di Asia

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Indonesia boleh bangga dengan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang (Banten) yang disebut-sebut tidak kalah dibanding terminal di bandara-bandara kelas satu di luar negeri. Tidak saja desainnya yang modern, infrastrukturnya pun canggih. Misalnya, sudah menerapkan mesin penanganan bagasi otomatis (baggage handling system) dilengkapi mesin pendeteksi bahan peledak level 5, dan koneksi WiFi berkecepatan 50 mbps.

bandara soeta

Gedungnya pun sudah menerapkan fully intelligence building management system guna menunjang pengoperasian yang ramah lingkungan, seperti teknologi pencahayaan yang sesuai kondisi cuaca dan pengolahan air hujan sebagai sumber air bersih.

Sayangnya semua itu belum mendukung performanya dalam ketepatan waktu. Berdasarkan hasil survei OAG yang ditampilkan pada the Turnaround Tables 2018, Bandara Soekarno-Hatta (Bandara SH) menempati posisi terendah dari 10 bandara di kawasan Asia dalam average on-time performance (OTP).

Menurut institusi penyedia data dan informasi industri penerbangan global tersebut, Jakarta Airport (CGK) punya tingkat kedatangan tepat waktu hanya 67,2 persen, dan itu menyebabkan kepadatan di bandara. Akibatnya jadwal keberangkatan tepat waktu cuma 56,4 persen sehingga varian antara tingkat kedatangan dan keberangkatan menjadi negatif 10,7 persen.

OTP 2018 didasarkan pada survei 250 bandara utama dan 57 juta jadwal penerbangan di seluruh dunia selama periode 1 Januari-31 Desember 2017. Definisi OAG atas performa ketepatan waktu adalah jika terlambat dari jadwalnya kurang dari 15 menit.

Adapun the Turnaround Tables didasarkan pada perbedaan antara OTP kedatangan dan OTP keberangkatan di suatu bandara, di mana perbedaan itu bisa positif atau negatif. Perbedaan yang bernilai positif menunjukkan performa ulang alik yang lebih baik.

“Satu pesawat saja telat mendarat (datang) akan berpengaruh besar pada jadwal keberangkatan pesawat berikutnya,” kata Mike Benjamin, CTO, OAG. Karena itu tingkat OTP keberangkatan yang lebih tinggi daripada kedatangan bisa memperbaiki jadwal pesawat yang akan mendarat melalui proses efisiensi di maskapai yang bersangkutan.

Untuk itu jika perbedaan antara dua OTP tersebut makin dekat, jadwal penerbangan akan kembali tepat waktu sehingga dampak berantainya termasuk pembatalan, akan makin terkurangi. Itu semua tentunya akan menaikkan tingkat kepuasan pengguna bandara (juga maskapai penerbangan).

Performa ketepatan waktu berangkat di Bandara SH (56,4 persen) itu adalah yang terendah di antara 10 bandara terbesar di kawasan Asia. Bandingkan dengan performa Bandara Haneda Tokyo, Jepang yang sudah mencapai angka 89,4 persen, atau Bandara Changi Singapura yang bernilai 84 persen.

Selain paling tepat waktu untuk jadwal berangkat, Bandara Haneda juga yang paling tepat waktu untuk jadwal kedatangan, yakni 84 persen. Kemudian disusul oleh Bandara Changi (77,2 persen).

Namun, untuk kinerja ulang alik, Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, India, adalah yang paling baik. Bandara ini memiliki nilai perbedaan +10,1 antara OTP kedatangan dan keberangkatan. Walaupun bila dilihat di tiap kinerja bukan yang terbaik; OTP kedatangannya sebesar 64,3 persen, sementara OTP keberangkatannya 74,4 persen.

Sumber: OAG

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me