Pengembang Muda Elang Gumilang; “Dari Nothing Menjadi Something”

Big Banner

Namanya Elang Gumilang, usianya bariu 33 tahun . sarjana IPB latar belakang pendidikan, tetapi sudah memiliki sederet portofolio di bisnis properti. Elang Gumilang sudah mengembangkan rumah ribuan unit yang banyak tersebar di Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat.

Awalnya memakai bendera Elang Group, namun kemudian berubah menjadi Peradaban Land pada tahun 2016 setelah naik kelas menjadi pengembang yang juga merambah perumahan komersial. Sebelumnya Elang hanya fokus membangun rumah rumah sederhana (RSH).

Tentu bukan tanpa alasan Elang “menaikkan kelas” harga rumahnya. Jika ingin terus berkembang, ayah dua putra bernama Ayyas dan Satria ini memang harus realistis dalam membidik segmen pasar. Soalnya, membangun rumah untuk kelas bawah semakin sulit, apalagi rumah sederhana sehat (RSH) yang bisa dibeli menggunakan fasilitas subsidi dari pemerintah.

Langkah awal anak pertama dari tiga bersaudara yang terlahir dari pasangan H. Enceh Misbach dan Hj. Suanah Priyanti di dunia properti dimulai pada tahun 2007 dengan mengembangkan perumahan Gemilang Property Griya Salak Endah I, Bogor. Elang membangun rumah RSH yang difokuskan untuk si miskin berpenghasilan rendah. Untuk menekan cost, Elang banyak melakukan modifikasi bahan bangunan. Misalnya genteng plentong tetapi dicat ulang sehingga menjadi seperti genteng keramik. Rangka atap baja ringan kita potong-potong sendiri. Begitupula saat beli semen tidak pakai sistem sak, tetapi dengan sistem curah.

Jiwa wirausaha Elang mulai terasah saat ia duduk di bangku kelas 3 SMA 1 Bogor. Elang bertekad setelah lulus SMA harus bisa membiayai kuliahnya sendiri. Jualan donat keliling pun dilakoni Elang. Saat di bangku kuliah, jiwa bisnis Elang kembali membuncah dan butuh penyaluran. Berbagai usaha pun dilakoni Elang sambil tetap serius kuliah. Antara lain berjualan sepatu, pengadaan lampu di kampus, jualan minyak goreng curah, sampai membuka kursus bahasa Inggris.

Elang mengaku akan memegang teguh filosofi bisnis yang mengombinasikan tiga aspek atau triple track, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Elang yang menjadikan Ciputra sebagai inspirator karena berhasil membesarkan Ciputra Group dari nothing menjadi something, bertekad sampai tahun 2020 bisa menjadi terbesar di Jawa Barat, tahun 2025 se pulau Jawa, dan di tahun 2030 menjadi yang terbesar di Indonesia.

Menurut Elang, properti merupakan satu dari beberapa bisnis dengan potensi return yang tinggi. Itu sebabnya banyak pelaku usaha yang men-diverse bisnisnya ke properti. Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar ketiga dunia memang memiliki potensi yang luar biasa. Angka kekurangan rumah (backlog) properti sangat besar hingga 13 juta unit dan kebutuhan rumah setiap tahunnya mencapai hampir 800 ribu unit.
Ikuti lebih poanjut kisah inspiratifnya di Majalah Properti Indonesia edisi maret 2018, atau kloik versi digital melalui:

https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me