Kenapa Trotoar di Sudirman-Thamrin Harus Lebar?

Big Banner

 

Trotoar di sebuah sudut Kota Jakarta. Foto: Rumah123/Dharma Wjayanto

  

Lagi, “wajah” Jakarta kembali dibenahi. Ya, wajah Jakarta yang seringkali identik dengan kawasan Jalan Sudirman hingga MH Thamrin. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata ulang trotoar di kawasan ini.

Trotoar di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, digadang-gadang bakal mirip Orchard Road di Singapura. Trotoar sejauh 6,2 kilometer tersebut dijanjikan akan jauh lebih luas dari kondisi sekarang.

Pedestrian yang ada, akan dilebarkan menjadi 8-12 meter. Pola batik, tenun, anyaman, dan ukiran Nusantara akan diaplikasikan pada trotoar di setiap titik stasiun MRT. Misalnya, pola lantai batik Sumatera di Stasiun Bundaran Senayan dan pola lantai batik Jawa di Stasiun Istora.

Baca juga: Trotoar Ramah High Heels, Bikin Jalan Kaki di Ibu Kota Kian Asyik

Selain motif, yang menarik perhatian adalah lebar trotoar. Ini tentu kabar baik bagi para pejalan kaki. Berjalan kaki jadi lebih nyaman, pun dengan ruang tunggu angkutan umum. Sebenarnya, apa sih pertimbangan membuat trotoar yang lebar?

Menentukan lebar trotoar ternyata tidak semata melihat sisa lahan yang tersedia. Banyak hal yang mempengaruhi berapa lebar trotoar yang seharusnya disediakan.

Lebar fasilitas pejalan kaki yang ideal bisa dihitung dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:

{\displaystyle W={\frac {P}{35}}+1,5}P = Volume Pejalan Kaki (Orang/menit/meter)

W = Lebar Fasilitas Pejalan Kaki (meter)

Baca juga: Sering Terjadi Kecelakaan, Jalan Raya Diubah Jadi Area Pejalan Kaki! Keren Ya Idenya!

Bila pada fasilitas pejalan kaki masih ditambah dengan perabot jalan, maka perlu ada pelebaran untuk itu dari hasil perhitungan sebagaimana rumus di atas. Pada daftar berikut ditunjukkan tambahan lebar yang dibutuhkan:

Kawasan Sudirman-Thamrin memang membutuhkan area pedestrian yang lebar dengan mempertimbangkan rancangan tata kota ke depannya. Salah satunya adalah sistem transportasi terpadu yang akan dijalankan.

Baca juga: Akses Pejalan Kaki dan Sepeda yang Penuh Cermin, Wah Bisa Ngaca Melulu Nih

Contoh, kawasan Dukuh Atas yang nantinya akan menjadi area Transit Oriented Development (TOD). MRT, Transjakarta, Commuterline, dan kereta bandara. Setidaknya akan ada sekitar 5.000 orang yang berlalu-lalang di sekitar area tersebut per harinya.

Yuk, kita tunggu realisasi pedestrian yang ramah pejalan kaki di Sudirman-Thamrin! Katanya sih, rencana ini harus sudah selesai sebelum Asian Games berlangsung pada Agustus 2018. Gak lama lagi kok!

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me