Tahun Depan Istaka Karya Garap Proyek Properti di Bekasi

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

HousingEstate.com, Jakarta – Setelah badan usaha milik negara (BUMN) bidang konstruksi seperti Hutama Karya, Waskita Karya, Adhi Karya, Wijaya Karya, PP, Indah Karya dan Virama Karya, PT Istaka Karya juga tidak mau ketinggalan menggarap bisnis properti. Selama ini Istaka hanya fokus menggarap proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan sejenisnya.

; Masifnya pembangunan infrastruktur di wilayah Bekasi, Jawa Barat, mendorong makin banyak developer mengembangkan proyek properti di kawasan termasuk BUMN Istaka Karya (foto : dok. skyscrapperycity)

Masifnya pembangunan infrastruktur di wilayah Bekasi, Jawa Barat, mendorong makin banyak developer mengembangkan proyek properti di kawasan termasuk BUMN Istaka Karya (foto : dok. skyscrapperycity)

Menurut Direktur Utama Istaka Karya Sigit Winarto, sekarang Istaka tengah berancang-ancang untuk juga ikut mengembangkan proyek properti dari stok lahan (land bank) yang dimilikinya. Paling lambat proyek properti pertamanya akan diperkenalkan tahun depan.

“Kami memiliki land bank 15-20 hektar di Bekasi, Citeureup-Bogor (di megapolitan Jabodetabek), Cirebon (Jawa Barat) dan Bali. Pada tahap pertama kami akan kembangkan yang di Bekasi seluas 2,3 hektar,” katanya kepada housingestate.com saat penandatanganan nota kesepahaman kerjasama pembangunan proyek infrastruktur dan bisnis lain dengan China Construction Eighth Engineering Division (CCEED) Corp Ltd, sebuah BUMN asal China, di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Lahan di Bekasi itu, lanjut Sigit, telah selesai studi kelayakan atau feasibility study (FS)-nya dan tengah menunggu pihak yang bisa diajak bekerjasama mengembangkannya. Harapannya proyek bisa digarap dengan sesama BUMN walaupun tidak menutup kemungkinan dengan CCEED juga.

Saat ini prioritas kerjasama dengan BUMN asal China itu untuk pengembangan proyek infrastruktur jalan nasional di Sumatera dan Papua.

“Proyek di Bekasi itu akan dikembangkan berupa apartemen bertingkat rendah (lowrise) dengan target pasar kalangan menengah. Kita akan mulai dari segmen bawah. Tahun ini kami masih fokus pada pengembangan proyek infrastruktur berjalan dengan target kontrak Rp4 triliun,” ungkapnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com