Perumnas Bangun Hunian TOD, Solusi Kemacetan Kota Nih!

Big Banner
Ilustrasi. Sebuah hunian TOD di Dubai. Foto: Rumah123/Getty

 

Kemacetan lalu-lintas pada jam-jam sibuk saat ini boleh dibilang mengepung seluruh penjuru kota, semisal di Kota Jakarta. Coba tengok saja, hampir setiap hari, pada jam-jam sibuk, jalan raya menuju Senen atau Kramat macet dari kawasan Gunung Sahari. Saat sore-malam, jalan raya dari Kramat menuju ke Cempaka Putih kerap macet. Selain itu,

Jalan Matraman Raya, Jalan MH Thamrin, Jalan MT Haryono, Jalan Mampang Prapatan, Jalan Gatot Subroto, tak lepas dari jerat kemacetan lalu-lintas. Itu semua sekadar menyebut jalan-jalan yang biasanya macet. Sebenarnya kemacetan terjadi juga di man-mana di setiap bagian Kota Jakarta.

Baca juga: Perumnas Bangun Hunian TOD Antapani Bandung, Target Rampungnya 2019 

Buat kamu yang tinggal di daerah penyangga Kota Jakarta, tentunya perjalanan berangkat dan pulang dari hunian ke tempat kerja atau sebaliknya menjadi bagian yang paling melelahkan fisik dan psikismu. Nah, hal tersebut bisa diatasi kalau kamu punya hunian yang efisien, katakanlah dekat dengan sarana transportasi publik (terminal bus, stasiun kereta api, bandara, dan lain-lain). Tak heran hunian berkonsep TOD (Transit Oriented Development) belakangan ini semakin diminati para pencari hunian.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Sigit Irfansyah, pada acara diskusi bertajuk Solusi Hunian: Transportasi, Akses, dan Kualitas Hidup di Prajawangsa City, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018), menyampaikan keunggulan hunian yang memiliki aksesibilitas transportasi umum.

Baca juga: Susul Tanjung Barat, Perumnas Resmikan TOD Stasiun Pondok Cina

Menurut Sigit, hunian TOD memiliki nilai sebagai berikut:

Pertama, mengurangi polusi, kemacetan, dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Kedua, meningkatkan pengguna angkutan umum.

Ketiga, berpotensi menciptakan nilai tambah melalui peningkatan nilai properti yang berkelanjutan.

Keempat, meningkatkan akses lapangan pekerjaan dan peluang ekonomi untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Kelima, memperluas mobilitas dengan biaya transportasi yang rendah.

Baca juga: Mau Hunian Murah di Jakarta? Tempelin Terus Perumnas, Siapa Tahu Kebagian!

Menyadari nilai-nilai tersebut, tak heran Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perum Perumnas) bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersepakat membangun rumah susun (Rusun) di kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) se-Jabodetabek. Kenapa di kawasan ini? Perumnas punya alasannya.

“Dari hasil survei kami, sekitar 52 persen peminat banyak di Jabodetabek. Pembangunan rusun di kawasan stasiun tersebut mau kami buat seperti di luar negeri,” kata Direktur Utama Perumnas, Bambang Triwibowo, usai acara MoU dengan BTN di Kementerian BUMN, Kamis (29/12).

Baca juga: Inilah Beberapa Lokasi Tempat Perumnas Membangun Rusunami

Sebelumnya, Perumnas dan PT KAI telah menandatangani kesepakatan untuk membangun Rusun dekat Stasiun KA Bogor, Tanjung Barat, dan Pondok Cina. Kemudian, kembali lagi menyepakati pembangunan di wilayah Stasiun Pasar Minggu dan Duren Kalibata sebanyak 6.000 unit.

Pengembangan TOD ini sejalan dengan PP No. 83/2015 yang mengatur tentang peran Perumnas sebagai pengembang perumahan dan kawasan permukiman, serta rumah susun.

Nah, kalau kamu ingin terbebas dari jerat kemacetan kota, maka salah satu solusinya adalah tinggal di hunian TOD.

rumah123.com