Pemerintah Akan Resmikan Proyek TOD Pertama di Kota Tangerang

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

HousingEstate.com, Jakarta – Pemerintah akan segera membangun proyek properti terintegrasi transportasi massal atau transit oriented development (TOD) pertama di Jalan Benteng Betawi, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Proyek di atas lahan seluas 19 ribu m2 itu akan menjadi percontohan untuk pengembangan proyek TOD yang sesungguhnya yang mengintegrasikan hunian dengan berbagai moda transportasi massal dan aneka fasilitas pendukungnyanya.

konsep desain tod jakarta

“Selama ini pengembang bangun apartemen di atas terminal atau stasiun langsung disebut TOD. Itu masih single activity, hanya mengandalkan satu moda transportasi dan tidak memperhitungkan bagaimana angkutan lanjutannya selain kawasannya harus terbuka untuk lingkungan eksisting. Makanya kita buat proyek TOD yang betul (sebagai contoh). Rencananya akan diresmikan Presiden Jokowi dalam waktu dekat,” kata Bambang Prihartono, Kepala Badan Pengatur Transportasi Jabodetabek (BPTJ) kepada housingestate.com di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Proyek TOD pertama ini disebut TOD Poris Plawad dengan investasi mencapai Rp1,8 triliun di atas tanah milik Kementerian Perhubungan. Proyek akan dibangun dalam jangka waktu 36 bulan yang akan menyediakan area terminal seluas 9.817 m2, properti komersial 38.569 m2, dan hunian 140.124 m2 (45 lantai).

Ada empat konsep TOD yang diterapkan. Yaitu aksesibel, terpadu, desain, dan sinergi. Aksesibel artinya kawasan saling terkoneksi dengan aksesibilitas yang tinggi. Terpadu berarti keterpaduan antar fungsi dan kegiatan. Desain maksudnya mengedepankan prinsip efisiensi dan efektivitas. Sinergi berarti variasi kegiatan yang meningkatkan iklim bisnis dan perekonomian.

Ada delapan moda angkutan umum yang akan melayani TOD Poris Plawad. Yaitu, Transjabodetabek, bus antar kota dalam provinsi (AKDP), bus antar kota antar provinsi (AKAP), bus Transtangerang, angkutan kota (angkot), KRL Jabodetabek, KRL Bandara Soekarno Hatta, dan LRT Tangerang-Tangerang Selatan (Tangsel).

“Syarat TOD itu orang bisa berjalan kaki untuk mencapai angkutan umum atau berpindah moda angkutan di kawasan maksimal tujuh menit. Karena itu semua fungsi kita kumpulkan dengan layer pertama untuk trafik antar moda, layer kedua fasilitas komersial, layer ketiga untuk hunian dan perkantoran. Jadi setiap orang bisa langsung terkoneksi dengan angkutan massal dan fasilitas lainnya di kawasan TOD,” jelasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com