Coworking Space Sebuah Keniscayaan, Bukan Tren Sesaat

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Coworking space atau ruang kerja bersama yang jauh lebih efisien dan mendorong terjadinya kolaborasi antar bidang kerja (usaha) yang berbeda adalah keniscayaan zaman, menggantikan ruang kerja konvensional bersekat-sekat yang masih banyak ditemukan pada sebagian besar gedung perkantoran eksisting. Pasalnya dunia kerja makin didominasi kaum muda, dan coworking space yang terbuka dan fleksibel serta didukung koneksi internet cocok dengan budaya dan nilai mereka sebagai umat digital.

Suasana sebuah coworking space

Suasana sebuah coworking space

Hal itu dikatakan Chris Marrriot, Chief Executive Officer (CEO) Savills South East Asia, sebuah perusahaan konsultan properti global saat pemaparan Jakarta Property Market Update versi Savills Indonesia di Jakarta, Rabu (28/3/2018). Ia didampingi Anton Sitorus, Head of Research Savills Indonesia. Market update menyangkut perkantoran, retail (pusat perbelanjaan atau mall), apartemen strata (jual) atau kondominium ditambah topik spesial mengenai rukan.

“Di Singapura coworking space berkembang pesat menggantikan gedung perkantoran kovensional, karena penyewa makin didominasi perusahaan e-commerce, IT (information and technology) dan sejenisnya. Tahun lalu 25 persen net take up (penyerapan) ruang kantor di Singapura berasal dari perusahaan-perusahaan seperti itu baik yang berskala global maupun nasional,” katanya.

Pekerjanya umumnya kaum muda digital minded yang lebih suka bekerja di coworking space atau ruang kantor yang didesain sebagai sharing office yang memungkinkan mereka lebih mudah berbagi dan bekerjasama. Bahkan, tidak sekedar terbuka, ruang kerja model baru itu juga didesain menyenangkan mirip tempat rekreasi dan bermain dengan aneka fasilitasnya. Tren itu sudah dimulai perusahaan-perusahaan digital raksasa seperti Google, Facebook, Twitter, dan lain-lain yang kemudian menjadi acuan banyak perusahaan lain dan menjadi tren.

“Di Indonesia perkembangan serupa akan terjadi seperti di Jakarta. Lihat saja EV Hive dan WeWork (dua perusahaan besar asal Singapura) agresif membuka coworking space di Jakarta, tidak hanya di gedung-gedung dan bangunan eksisting tapi juga menara perkantoran baru,” kata Chris.

Perusahaan kecil menengah dan usaha rintisan (start up) menjadi pasar utama berbagai coworking space itu. Sedangkan perusahaan-perusahaan e-commerce dan IT besar seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan lain-lain menjadi penyewa utama menara-menara perkantoran premium di pusat bisnis menggantikan perusahaan tambang, keuangan dan lain-lain. Mereka mengubah desain kantornya menjadi lebih terbuka, fun dan menyenangkan bagi kaum muda.

“Kita belum tahu bagaimana perkembangannya ke depan. Apakah perkantoran konvensional digantikan ruang kerja berkonsep sharing office atau coworking space atau keduanya berjalan beriringan, masih harus kita ikuti. Yang jelas perkantoran ke depan akan berubah karena dunia kerja makin didominasi kaum milenial yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Tuntutan mereka terhadap ruang kerja juga lebih spesifik,” kata Anton.

Sesuai karakteristik mereka yang lebih bebas, tidak formal, sangat digital minded, dan selalu connected dengan komunitasnya, mereka butuh ruang kerja yang fleksibel dengan penataan dan pemanfaatan ruang yang efisien serta didesain menyenangkan, berlokasi di kawasan strategis, dan memungkinkan mereka menyeimbangkan antara bekerja dan kesenangan hidup. “Mereka ini (untuk properti) juga lebih suka menyewa ketimbang membeli sendiri,” jelasnya.

Carlson Lau, co-Founder dan CEO Ev Hive membenarkan pendapat di atas. “Coworking space akan menjadi main office menggantikan perkantoran sewa konvensional, termasuk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta. Pasar memang membutuhkannya. Ini bukan tren sesaat,,” katanya. Sebagai bukti ia menunjukkan coworking space Ev Hive yang berkembang pesat sejak mulai masuk ke Indonesia tahun 2015.

“Saat ini kami sudah punya 19 outlet di Medan dan Jakarta dengan luas total 30.000 meter persegi (m2). Member-nya juga sudah 3.000 orang atau perusahaan dan terus bertambah. Tahun ini kami akan membuka 10 coworking space baru. Kami juga mengkaji ekspansi ke Surabaya dan Bali,” tutur bujangan millennials asal Singapura itu.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me