Paramount Serpong Juga Mulai Dimasuki Investor Asing

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

HousingEstate.com, Jakarta – Seperti kota baru lain di kawasan Serpong dan sekitarnya di Tangerang, Banten, kota baru Paramount Serpong (1.000 ha) di kawasan eks Gading Serpong juga mulai dimasuki investor asing. Menurut Andreas Nawawi, Managing Director Paramount Land, pengembang Paramount Serpong, ada banyak perusahaan asing ternama yang mengincar kawasan Paramount Serpong. Beberapa di antaranya sudah melakukan transaksi.

Kawasan Paramount Land (Foto: paramount-land.com)

Kawasan Paramount Land (Foto: paramountland.com)

“British Petroleum sudah beli lahan 3.800 m2 dengan nilai transaksi Rp60 miliar. AW Holding dan Harley Davidson membeli masing-masing seluas 3.000 m2. Yang masih proses Wuling, perusahaan otomotif asal China selain perusahaan dari Timur Tengah dan Asia lainnya,” katanya kepada housingestate.com usau acara peluncuran klaster baru Latigo Village Paramount Serpong, Rabu (28/3/2018).

Menurut Andreas, sejelek-jeleknya kondisi Indonesia, oleh perusahaan asing tetap dinilai bagus dan sangat potensial karena melihat ada banyak kota yang masih akan terus berkembang populasi dan kesejahteraannya. Sementara di kota-kota negara lain potensi itu sudah kecil, sehingga mereka menyasar Indonesia.

Ia memberikan contoh, British Petroleum akan membuka SPBU di Gading Serpong karena di Eropa kota-kotanya sudah tidak tumbuh lagi sehingga mereka harus berekspansi ke kawasan yang masih pesat berkembang. Sementara Harley Davidson akan membuka showroom dengan hotel di atasnya, dan AW Holding memindahkan kantor pusatnya ke Gading Serpong.

Pembangunan infrastruktur dan akses baru yang memudahkan mobilitas ke berbagai penjuru Jabodetabek serta harga ruang kantor yang masih jauh lebih rendah (di pusat bisnis utama Jakarta sudah Rp50 jutaan/m2,di Gading Serpong masih Rp17 jutaan, membuat investor asing pede melirik kawasan di pinggiran Jakarta seperti Serpong.

“Makanya kami juga nggak mau obral lahan, maunya sih sistem sewa, tapi kebanyakan perusahaan global itu maunya beli. Jadi dilihat situasinya saja karena perusahaan global bisa berdampak baik ke pasar. Yang pasti kami tidak akan menjual lahan lebih dari satu hektar,” katanya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me