Ada Transportasi Massal, Size Menara Perkantoran Makin Besar

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Masifnya pembangunan moda transportasi massal seperti mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT) membuat size menara-menara perkantoran yang dikembangkan di kawasan pusat bisnis utama atau central business district (CBD) Jakarta makin besar dan makin menjulang. CBD utama Jakarta mencakup Jl Jend Sudirman-Thamrin, Jl Gatot Subroto-Rasuna Said dan Jl Prof Dr Satrio-Mega Kuningan.

Gedung perkantoran di Jakarta

Gedung perkantoran di Jakarta

Hal itu terungkap dari Jakarta Colliers Quarterly triwulan pertama 2018 (Q1) versi  Colliers International Indonesia, sebuah perusahaan konsultan properti asing di Jakarta, yang dipaparkan kepada media massa di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Menurut Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers Indonesia, dulu Menara GKBI, salah satu tower perkantoran terbesar di Jl Jend Sudirman, luasnya hanya 50 ribu meter persegi (m2). Sekarang rata-rata lebih dari 50.000–100.000 m2 per proyek.

Menara perkantoran yang sudah beroperasi tahun 2017 seperti Tokopedia Tower di Jl Prof Dr Satrio, Kuningan, misalnya, luasnya 70.000 m2 atau 7 hektar. Sedangkan Telkom Landmark Tower II (Jl Gatot Subroto) 65.000 m2 dan Pacific Century Place Tower (Jl Jend Sudirman) 90.000 m2.

Sementara itu menara perkantoran yang akan jadi tahun ini seperti Menara Astra dan Sequis Tower di Jl Jend Sudirman serta World Capital Tower di Mega Kuningan, luasnya maisng-masing mencapai 70.000–80.000 m2.

Proyek menara perkantoran yang serba gigantik itu akan berlanjut sampai tahun 2021. Tahun 2019 dan 2020 misalnya, akan beroperasi Thamrin Nine dan Millenium Centenial Tower di Jl MH Thamrin dan Jl Jend Sudirman serta Citraland di Jl Prof Dr Satrio dan Indonesia Satu South Tower di Jl MH Thamrin, dengan luas masing-masing 97.500 m2, 93.588 m2, 97.500 m2 dan 88.500 m2.

Bahkan, tahun 2021 akan hadir menara perkantoran Daswin Tower (Jl HR Rasuna Said), Tower Two at The City Centre (Jl Jend Sudirman), dan Icon Tower (Jl Jend Sudirman) masing-masing seluas 100.000 m2, 101,260 m2 dan 200.000 m2!

Ferry menjelaskan, penawaran menara perkantoran yang serba besar itu terjadi antara lain karena adanya fleksibilitas penambahan KLB (aturan ketinggian lantai bangunan gedung tinggi) yang dibuka Pemerintah Jakarta. “Banyak pengembang memanfaatkannya kendati mereka harus mengkompensasinya dengan denda,” katanya.

Size gedung yang makin besar memungkinkan pengembang menyediakan infrastruktur yang canggih di proyek perkantorannya yang umumnya berupa menara perkantoran premium atau minimal grade A, karena harga tanah di CBD yang sudah amat tinggi.

Pendorong lain adalah pembangunan transportasi massal seperti MRT yang melintasi kawasan CBD Jakarta. Transportasi massal itu membuka peluang pengembang menaikkan populasi di daerah bisnis utama yang lalu lintasnya selama ini sudah macet itu.

“Jadi, kehadiran menara-menara perkantoran raksasa itu diharapkan bisa diakomodasi oleh MRT tanpa menambah parah kemacetan lalu lintas di kawasan, karena sebagian populasinya berpindah menggunakan transportasi massal,” katanya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me