Jangan Kegedean Ego, Pilih Rumah Tapak atau Apartemen?

Big Banner
Ilustrasi Apartemen (Rumah123/Realestate.com.au)

Pengen punya rumah tapak tapi jauh. Mau pengen punya apartemen tapi ukurannya kecil. Hmm, pilih mana dong? Jadi serba salah.

Buat generasi milenial, pilihan untuk memiliki apartemen atau rumah tapak sepertinya membingungkan. Keduanya sama-sama punya keunggulan.

Baca juga: Berkat Investasi Properti dan Menabung, Generasi Milenial Ini Bisa Jadi Miliarder

Supaya nggak bingung, coba simak apa kata perencana keuangan Kaukabus Syarqiah CFP soal memilih rumah tapak atau apartemen sebagai pilihan hunian.

“Apartemen atau rumah? Selalu ada dua mata pisau. Ada keuntungan, ada kerugian. Semua balik lagi ke kita, bisa jadi punya apartemen dulu, baru landed house,” ujar Kaukabus kepada Rumah123.

Baca juga: Alihkan Pengeluaran Gaya Hidup, Saatnya Milenial Berinvestasi Properti

“Kalau apartemen positifnya rata-rata dekat tempat aktivitas, pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, kantor, semua lebih dekat,” lanjut perempuan yang akrab disapa Kiki ini.

Sebenarnya, gampang banget sih. Kalau kamu masih lajang, kamu bisa memilih apartemen studio sebagai pilihan hunian pertama. Okelah, pilihan ini sama saja seperti nge-kost atau tinggal di rumah petak karena luas apartemen studio paling 21 meter persegi.

Baca juga: Kalau Milenial Bisa Investasi Properti Seperti Ini Masuk Kelas Kakap Lho

Tapi ada keunggulannya nih. Kalau kamu mencicil apartemen studio, kamu bisa memilikinya setelah beberapa waktu. Beda kalau kamu kost atau sewa rumah petak, memangnya bakal jadi hak milik kamu? Mendingan kamu mengeluarkan uang Rp1,5 juta untuk mencicil apartemen studio ketimbang kost.

Kenapa apartemen studio jadi pilihan buat lajang? Sebagai pekerja, kamu biasanya menghabiskan waktu di kantor kan? Apartemen hanya sebagai tempat numpang bobo doang. Anggap saja apartemen ini sebagai investasi.

Baca juga: Milenial Berani Minta Kenaikan Gaji. Nah, Sudah Berani Investasi Properti Belum?

Kalau kamu sudah menikah, kamu masih bisa tinggal di apartemen studio bersama pasangan. Kalau merasa ruangan terlalu kecil, kamu bisa melakukan up grade. Kamu bisa menjual apartemen studio ini dan kemudian membeli apartemen one bed room atau apartemen two bedroom.

Pilihan lainnya, mungkin kamu berencana punya anak dalam waktu dekat setelah menikah. Ya, jual saja apartemen studio itu dan jadikan sebagai uang muka alias down payment untuk membeli rumah tapak.

Baca juga: Milenial Mesti Maksa Investasi Properti, Kalau Ga…..

Nah, sebenarnya nggak terlalu memusingkan bukan? Kalau masih lajang dan pengen tinggal di pusat kota, apartemen bisa jadi pilihan. Kalau sudah berkeluarga dan ingin anak bisa bermain di sekitar kompleks perumahan, ya rumah tapak jadi pilihan.

Apapun pilihan kamu, semuanya punya keuntungan dan kerugian kok. Yang terpenting itu, kamu harus nekat kalau mau punya rumah atau apartemen.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me