Keuntungan dan Risiko Membeli Properti Saat Soft Launching

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Di Indonesia sudah lazim orang membeli properti seperti apartemen masih berupa gambar. Kendati masih berupa gambar di atas kertas, umumnya pengembang sudah mulai membuka penjualan bersamaan dengan proses penyiapan proyek termasuk legalitas dan perizinannya yang suka disebut periode soft launching.

Gambar artis apartemen Cluny Residence di Jakarta Barat

Gambar artis apartemen Cluny Residence di Jakarta Barat

Tentu saja harga produk properti saat soft launching itu jauh lebih rendah ketimbang nanti sudah mulai dibangun, walaupun juga ada risiko proyek tidak jadi dibangun atau terlambat dibangun dan diserah-terimakan atau spek dan fasilitasnya ternyata tidak sesuai dengan janji developer semula.

“Di lokasi-lokasi yang bagus umumnya proyek apartemen yang ditawarkan di awal itu harganya ibarat kita mendapatkan diskon langsung 10-15 persen. Seiring progres penjualan dan pembangunan proyek, harganya umumnya akan naik lagi 15-20 persen per tahun. Jadi kalau beli di awal pasti lebih menguntungkan,” kata Faizal Abdullah, Executive Director PT Alam Makmur Property, pengembang apartemen Cluny Residence di Jalan Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Selain itu keuntungan lain membeli produk properti di awal, lanjutnya, konsumen bisa memilih unit dengan lebih leluasa menurut posisi dan letak yang diinginkannya. Sudah lazim juga pengembang banyak memberikan gimmick kemudahan pembayaran seperti uang muka ringan, depe bisa diangsur, dan lain-lain yang tidak akan diberikan atau dikurangi saat penjualan sudah mengalami tren peningkatan.

“Makanya konsumen dengan dana terbatas justru harus memanfaatkan penawaran properti dengan harga perdana itu. Kita juga sudah mengunci harga di awal yang lebih rendah selain tawaran kemudahan mencicil tadi. Kalau membeli saat proyek sudah mau topping off (tutup atap), harga sudah naik dan tidak ada lagi kemudahan cara bayar,” jelasnya.

Tapi, itu tadi, di balik setiap potensi keuntungan tentu juga ada potensi risiko. Bukti pembelian hanya surat pemesanan dan kwitansi pembayaran yang disusul dengan perjanjian di bawah tangan antara konsumen dan pengembang alias Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Untuk meminimalisir risiko lazimnya orang berupaya membeli properti yang dikembangkan developer yang sudah dikenal baik reputasinya.

Cluny Residence sendiri yang belum resmi diluncurkan menawarkan unit apartemen tipe 1-3 kamar tidur berukuran 55-160 m2 hingga unit penthouse seharga mulai dari Rp1 miliaran/unit. Kemudahan pembayaran yang ditawarkan antara lain depe 10 persen bisa dicicil satu tahun atau cara bayar tunai bertahap berjenjang (balloon payment) dengan depe lima persen, kemudian 60 persen dicicil selama empat tahun, dan sisanya 35 persen dilunasi langsung atau dengan kredit pemilikan apartemen (KPA) dari bank.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me