Aplikasi Digital Memasarkan Properti Satu Genggaman (2)

Big Banner

Tak hanya mencari hunian, teranyar, portal properti global Lamudi.co.id juga meluncurkan sebuah fitur yang dapat membantu masyarakat untuk membeli dan menyewa tanah makam. Fitur tersebut memang sengaja diluncurkan guna mempermudah masyarakat untuk menemukan tanah makam. Menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia, saat ini mencari tanah kuburan khususnya di kota-kota besar sangat sulit, hal tersebut dikarenankan minimnya pasokan dan keterbatasan lahan.

“Untuk itu kami sengaja meluncurkan fitur terbaru ini, agar masyarakat bisa membeli tanah kuburan dengan mudah sesuai dengan keinginan mereka,” kata Mart. Cara menggunakan fitur ini sebenarnya sangat mudah, Anda tinggal membuka lamudi.co.id kemudian pilih menu “tanah makam” posisinya berada persis di samping menu properti baru.
Setelah itu Anda bisa langsung memilih makam yang ingin Anda beli, untuk memudahkan pencarian, dalam fitur tersebut juga terdapat menu harga, luas makam, jenis rumput, tipe batu nisan hingga posisi arah makam.

AREBI terus mendorong Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) mengapresiasi anggota asosiasi yang terus melakukan terobosan demi mendorong penjualan dan pemasaran produk-produk properti. Ketua Umum DPP AREBI Hartono Sarwono mengatakan, terobosan yang dilakukan oleh Century21 Indonesia merupakan langkah maju yang patut diapresiasi.

“Seharusnya terobosan dan inovasi seperti ini juga diikuti oleh broker properti lain. Terus melakukan inovasi dalam mengorganisasikan pekerjaan penjualan dan pemasaran karena pasar butuh solusi untuk memudahkan mereka bertransaksi,” ujar Hartono. AREBI terus mendorong anggota broker untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan pemasaran properti di Indonesia, supaya peran broker bisa lebih meningkat dalam memajukan industri properti.

Sedangkan perusaahaan pengembang yang telah membuat aplikasi pemasaran digital adalah PT Metropolitan Land Tbk. (Metland) yang bernama e-Property Track (e-PT) sejak dua tahun lalu. Perusahaan bekode saham MTLA di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut menggandeng Rumah.com. Total dana investasinya tak lebih dari Rp2 miliar.

Metland mengembangkan aplikasi karena target pasarnya dekat dengan dunia digital. Mereka yakin, kelak generasi milenial menjadi pasar potensial properti. Metland menjajakan rumah tapak dan apartemen segmen menengah ke atas. Namun untuk saat ini, Metland tak membebankan target penjualan yang besar dari e-PT. “Kalau penjualan mungkin tidak terlalu besar, tapi membantu sales kami menjelaskan kepada klien dan kepada manajemen untuk merekam penjualan harian,” terang Olivia Surodjo, Direktur PT Metropolitan Land Tbk.

PT PP Properti Tbk. juga akan merilis aplikasi penjualan online pada April 2018. Pengembangan aplikasi tersebut menghabiskan anggaran antara Rp600 juta-Rp700 juta. Semisal plus biaya pemasaran, total anggaran yang mereka keluarkan mencapai Rp1 miliar.

Target PP Properti bukan konsumen end user melainkan, para pekerja bebas MARKETING alias freelancer yang bersedia menjajakan produk. Termasuk, komunitas usaha kecil menengah (UKM). PP Properti siap memberi komisi sebesar 1% untuk setiap proyek yang terjual. “Ini akan sangat tepat kalau sampai ke orang yang tepat, misalnya kepada freelance yang mencakup agen properti, sales otomotif atau mahasiswa yang membutuhkan penghasilan tambahan,” tutur Galih Saksono, Direktur PT PP Properti Tbk.

Meskipun berbasis online, PP Properti memperkirakan calon pembeli nanti tetap membutuhkan akses fisik. Makanya, anak perusahaan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. itu mempersilakan konsumen mengunjungi lokasi proyek yang diminati. Bakal ada opsi untuk melakukan janji temu berdasarkan referensi penjual.

Produk-produk yang akan mejeng di aplikasi penjualan online PP Properti berupa apartemen. Perusahaan berkode saham PPRO itu melego 12-15 apartemen di Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. PP Properti sadar, implementasi bisnisnya akan penuh tantangan.

Oleh karena itu sebelum benar-benar menjalankan bisnis, mereka melakukan tes pasar. “Dimana-mana jual properti tidak mudah, sehingga harus ada pelaku yang tepat,” ungkap Galih. MPI YS

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com