Ini Perabot dan Perkakas Prioritas Setelah Punya Rumah

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Setelah punya rumah, tidak semua orang bisa langsung melengkapi ruang-ruangnya dengan perabot dan perkakas, melainkan bertahap. Pertanyannya, perabot dan perkakas apa yang harus didahulukan, dan apakah sebaiknya membeli perabot jadi (loose furniture) atau yang dibuat berdasarkan kondisi ruang (customized)?

prioritas perabot

Sumur-Dapur-Kasur

Perabot dan perkakas atau peralatan di rumah bisa dibagi dalam kriteria untuk tidur, memasak, dan membersihkan diri ditambah melakukan perbaikan. Prioritas pemilihan peralatan sangat tergantung pada status, gaya hidup dan bujet. Kalau masih bujangan dengan penghasilan masih terbatas, tempat tidur sederhana plus peralatan toiletries mungkin sudah cukup. Yang lain bisa dipenuhi dari luar.

“Zaman sekarang bagi mereka yang penting ada koneksi internet,” kata Hendriana  Wedhaningsih, desainer produk dari Universitas Paramadina (Jakarta), kepada housing-estate.com beberapa waktu lalu. Pesawat TV dan radio juga bukan prioritas mereka. Kini dengan koneksi internet, tayangan dan musik bisa diakses dari berbagai saluran melalui smartphone. “Millennials nggak suka nonton TV, (pamor) TV akan menghilang,” ujar Irianto PH, prinsipal kantor arsitek Antara (Jakarta).

Setelah menikah situasinya bisa kurang lebih sama. Kalaupun ada peralatan yang perlu ditambahkan, mungkin rice cooker+kompor kecil dan kipas angin. Beda kalau sudah punya anak, alat memasak dan kulkas sudah sangat perlu. “Kulkas penting untuk menyimpan ASI dan bahan makanan untuk anak,” kata Andrew Gultom, Product Strategy Group Assistant GM PT Sharp Electronics Indonesia. Sedangkan alat memasak perlu untuk memasak makanan anak.

Furnitur

Mengenai furnitur bisa loose atau customized tergantung jenisnya. Di rumah yang dihuni permanen, lemari pakaiannya sebaiknya furnitur customized (build in) karena jarang dipindah-pindah. “Printilan di dalam lemari itu banyak, belum aksesoris di laci-lacinya. Itu PR banget kalau harus ganti-ganti,” kata Herdiana. Sebaliknya sofa, kursi, meja makan dan sejenisnya, bisa menggunakan loose furniture.

“Karena orang gampang berubah (bosan) dengan perabot yang sehari-hari selalu dijamah,” lanjutnya. Namun, pada rumah sementara, semuanya sebaiknya loose furniture yang ringan, praktis, dan kalau bisa multifungsi.

Peralatan Tidur

prioritas perabot peralatan tidur

 

Kasur dan bantal di kamar tidur adalah prioritas pertama yang harus diadakan sebagai sarana beristirahat. Kasur bisa tanpa atau berikut ranjang tergantung bujet. Yang penting bahannya, juga cover atau sepreinya, nyaman ditiduri. Di daerah dingin, lengkapi juga kasur dengan selimut.

“Kasur dilengkapi bed cover, bantal, dan karpet (sebagai alas) sudah cukup. Sekarang banyak mock-up tempat tidur sederhana yang bisa jadi pilihan (di outlet furnitur). Bahkan, ada kasur yang bisa dilipat jadi sofa,” ungkap Hendriana. Bila belum mampu membuat lemari built in, lemari kecil sederhana juga perlu diadakan di kamar mendampingi kasur. Yang penting cukup aman dan bersih untuk menyimpan pakaian, perhiasan, berbagai dokumen dan koleksi pribadi. Jangan lupa sediakan cermin untuk berdandan, menempel di dinding atau ditegakkan di pojok kamar. “Selain itu di kota yang udaranya panas, penting menyediakan kipas angin di kamar kalau belum mampu beli AC,” tambah Andrew.

Peralatan Sumur-Dapur-Kasur

prioritas perabot peraltan sumur cuci dapur

Bila sudah berumah tangga, sudah punya anak pula, dapur dan peralatannya wajib diadakan. Bentuk dan luasan dapur serta jumlah peralatannya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan bujet. Ibaratnya kalau dapur belum bisa dilengkapi kabinet, rak piring pun cukup. Perkakas wajibnya kompor (satu atau dua tungku), rice cooker untuk menanak nasi, blender, panci-wajan-kuali-baskom dan wadah lain untuk membersihkan bahan makanan dan memasak, kemudian peralatan memasak seperti spatula, sudip, sutil, cobek, talenan, serok, penjepit, pisau, gunting dapur, celemek, pelindung panas, wadah bumbu-gula-kopi, serta peralatan makan minum seperti mangkok, piring, sendok, garpu, teko, dan termos air.

Menurut Andrew, dapur sederhana dan rice cooker penting, bahkan bagi yang belum punya anak dan lebih banyak berada di luar rumah. “Rice cooker (dan dapur kecil) perlu untuk jaga-jaga. Kalau laper banget dan nggak ada waktu (beli makanan di luar), kita bisa masak lauk praktis seperti telur, nugget atau nasi goreng,” katanya. Beda dengan mesin cuci dan setrika. Bagi yang lebih suka menyerahkan cuci-setrika ke laundry, keduanya bukan prioritas. Begitu juga kulkas, belum penting. “Kalau sudah punya anak, baru kulkas penting untuk menyimpan bahan makanan anak, ASI, obat-obatan, dan lain-lain,” ujarnya.

Peralatan Mandi dan Kebersihan

peralatan mandi

Gayung, ember, handuk dan aneka toiletris seperti sabun dan shampoo, serta ambalan kecil untuk meletakkannya di kamar mandi, jelas prioritas di rumah. Kalau tidak, bagaimana kita mau membersihkan diri? Kelengkapannya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Begitu juga peralatan kebersihan seperti sapu, serokan, keset, dan serbet, wajib diadakan untuk memelihara kerapian dan kebersihan rumah.

Peralatan Ruangan

peralatan ruangan

Rumah mungkin juga memiliki sedikit ruang tamu merangkap ruang keluarga yang menyatu dengan area makan. Di sini pengadaan perabotnya tinggal disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan. Kursi dan meja ruang tamu misalnya, bisa langsung diadakan bisa nanti saja. Kalau diadakan, kursinya bisa berupa sofa kecil dua dudukan plus bangku kecil dilengkapi coffee table mungil.

Meja makan juga begitu. Kalau mampu, sebaiknya diadakan walaupun kecil. Meja bisa dilengkapi kursi kecil atau berupa meja rendah dengan cara makan lesehan di atas tikar ala Jepang. Menurut desainer interior A2J Design (Jakarta) Adelinah Chandra Rahardja, meja makan perlu sebagai salah satu sarana mendidik anak di rumah untuk bersikap sopan. “Pendidikan itu bisa dimulai dengan makan di meja makan, bukan leyeh-leyeh di kasur,” katanya. Yang jelas untuk menjaga privasi rumah, jendela rumah harus dilapaisi tirai.

Bagaimana dengan pesawat TV? “Tidak perlu buru-buru diadakan kalau belum mampu, karena orang bisa menikmati tontonan (dan mendengarkan musik) dari smartphone,” jawab Hendriana. Andrew menambahkan, kalau harus memilih antara kulkas dan TV, ibu yang sudah punya anak sebaiknya memilih kulkas.

Storage dan Perkakas

Sesederhana apapun, rumah tetap butuh ruang penyimpanan (storage). Yang keuangannya masih terbatas bisa memenuhinya dengan menyediakan keranjang-keranjang, kantong-kantong, dan membuat ambalan di dinding. Selain itu bisa juga dengan membuat atau memilih perabot multifungsi, seperti coffee table dan ranjang sekaligus storage di bawahnya. “Apalagi, ukuran rumah sekarang makin mengecil,” ujar Irianto.

Di rumah kita juga perlu memasang ini itu, memaku, melakukan perbaikan dan lain-lain. Karena itu peralatan pertukangan sederhana pun perlu diadakan kalau sudah mampu. Yaitu, palu, obeng, tang, gergaji kecil, kunci inggris, meteran, pensil, pisau lipat, stapler, lem, lakban, kuas, tali, paku, dan bor kecil.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me