Ke Depan, Bisnis Properti Akan Fokus Pada 4 Tren Ini

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Setelah tren co-working space (ruang kerja bersama untuk mendorong kolaborasi) yang mulai diterima pasar dengan baik di Indonesia, pebisnis properti harus bersiap-siap pada perubahan tren berikutnya.

Co-living Panorama Residence di Jatinangor, Jawa Barat, pilot project dari perusahaan rintisan Live-The Palapa Group (foto: Dok. Thepalapagroup.com)

Co-living Panorama Residence di Jatinangor, Jawa Barat, pilot project dari perusahaan rintisan Live-The Palapa Group (foto: Dok. Thepalapagroup.com)

Konsultan properti Jones Lang Lasalle setidaknya mencermati empat tren yang akan prospektif bagi bisnis properti di masa mendatang.

Pertama, co-living untuk menyiasati harga tanah yang semakin mahal dan gaya hidup milenial yang suka berkolaborasi.

Co-living mengedepankan fasilitas bersama seperti pantry, ruang santai yang bisa dipakai oleh unit-unit kecil dalam sebuah apartemen. Unit apartemen dalam konsep co-living hanya memuat sebuah tempat tidur dan lemari yang berukuran lebih kecil dari tipe studio.

“Mirip konsep kos-kosan, jadi unit apartemen hanya seperti kamar untuk tidur saja. Sedangkan pantry dan living room dipakai secara bersama-sama,” kata Vivin Harsanto, Head of Advisory Jones Lang Lasalle Indonesia.

Menurut dia, generasi milenial menyukai kehidupan lebih kompak di apartemen dibandingkan rumah tapak, apalagi kalau dekat dengan tempat bekerja dan transportasi publik. Mereka juga senang saling berbagi dan berkolaborasi sehingga co-living bisa cocok dengan generasi sekarang.

Tren kedua, penyediaan self storage untuk mengatasi masalah ruang penyimpanan di hunian. Ukuran apartemen yang semakin kecil membuat orang tidak mempunyai sisa ruang yang cukup untuk menyimpan barang, sehingga memerlukan tempat penyimpanan tambahan. Potensi penyewaan self storage menjadi menarik untuk dikembangkan.

Ketiga, elderly care atau rumah untuk para lanjut usia (lansia). Komunitas bagi para lansia menjadi penting dalam kemajuan zaman seperti sekarang. “Bukan ingin menaruh orang tua di tempat terpencil, tetapi ingin membuat kehidupan mereka lebih baik di dalam komunitasnya,” terang Vivin.

Terakhir, kebutuhan data center sebagai fasilitas untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkait seperti telekomunikasi dan penyimpanan data serta pasokan power supply yang banyak.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me