Inspirasi Kartini Masa Kini di Prajawangsa City

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Menyongsong Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April, Synthesis Development menggelar bincang siang bersama wanita inspiratif Indonesia dalam acara “Jelita Berkarya” di apartemen Prajawangsa City, Jl Pedati, Cijantung, Pasar Rebo (Jakarta Timur), Sabtu (7/4/2018).

Ki-ka: Fianty R Gosal (Project and Operational Director Synthesis Development), pendiri Yayasan Belantara Budaya Diah K Wijayanti dan Dhara Wyardhiati, fashion designer dan pemilik label clothing Dhara, dalam acara bincang siang “Jelita Berkarya” di  marketing gallery apartemen Prajawangsa City, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang dikembangkan Synthesis Development. (Foto: Dok. Synthesis Development)

Ki-ka: Fianty R Gosal (Project and Operational Director Synthesis Development), pendiri Yayasan Belantara Budaya Diah K Wijayanti dan Dhara Wyardhiati, fashion designer dan pemilik label clothing Dhara, dalam acara bincang siang “Jelita Berkarya” di  marketing gallery apartemen Prajawangsa City, Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang dikembangkan Synthesis Development. (Foto: Dok. Synthesis Development)

Perbincangan mengangkat emansipasi wanita dalam dunia kerja dan pelestarian budaya Indonesia yang tercermin lewat karya.

Fianty R Gosal, Project and Operational Director Synthesis Development, pengembang Prajawangsa City, berbagi inspirasi lewat pengalamannya berkarier di dunia properti yang didominasi kaum Adam.

“Awalnya saya sempat merasa dipandang sebelah mata,” kata Fianty seperti dikutip siaran pers Synthesis Development yang diterima housing-estate.com, Senin (9/4/2018). Tapi, ia bisa menepis stigma yang menyebutkan wanita kurang cocok atau kurang ahli di dunia properti dan konstruksi dengan membuktikan kinerja yang konsisten, tekun, disiplin, dan tegas. “Ditambah kemauan untuk terus belajar,” jelasnya.

Pembicara lain Diah K Wijayanti, fotografer wanita dan jurnalis, yang menceritakan pengalamannya mendirikan Yayasan Belantara Budaya untuk melestarikan tarian dan musik tradisional Indonesia. Ia menggelar sekolah tari dan belajar musik gratis setiap pekan untuk anak-anak dan generasi muda.

“Saya merasa budaya Indonesia kok kurang disukai generasi muda? Mereka lebih bangga menarikan modern dance. Bukannya itu tidak bagus, tapi tarian dan budaya warisan leluhur kita begitu kaya, begitu keren dan begitu cantiknya,” katanya.

Sementara Dhara Wyardhiati, fashion designer dan pemilik label clothing Dhara konsisten menggarap kain batik dan tenun tradisional pada sejumlah karya busananya. “Wastra Nusantara, kain tradisional Indonesia, merupakan salah satu warisan budaya yang harus kita pelihara, harus kita jaga jangan sampai punah atau bahkan dicuri oleh negara lain,” tegas Dhara.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me