Sinarmas Land Lansir “Easy Deal” untuk Mudahkan Konsumen Beli Properti

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Setelah Price Amnesty pada triwulan akhir 2016 dan Price Lock di triwulan akhir 2017, Sinar Mas Land (SML) kembali meluncurkan promo baru Easy Deal sepanjang April–Juli 2018 untuk menggenjot penjualan di berbagai proyek propertinya. Promo menggandeng 12 bank untuk mendukung pembiayaannya.

sinarmas-easy-deal

Easy Deal menawarkan kemudahan cara bayar berupa diskon harga dan subsidi uang muka dari batas uang muka yang harus dibayar konsumen saat membeli properti yang dikembangkan SML dengan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) menurut aturan Bank Indonesia (BI).

Selama bulan April konsumen akan mendapatkan diskon langsung 20 persen untuk pembelian secara tunai bertahap 12 bulan atau subsidi uang muka 10 persen bila pembelian menggunakan KPR/KPA. Jadi, kalau uang muka yang disyaratkan menurut aturan BI sebesar 15 persen, konsumen cukup membayar lima persen.

Periode Mei-Juni subsidi depe untuk pembelian dengan KPR//KPA turun menjadi delapan persen atau diskon langsung 15 persen untuk pembelian secara tunai bertahap 12 bulan.

Sementara bulan Juli subsidi depe hanya lima persen untuk pembelian dengan KPR/KPA atau direct discount 10 persen untuk pembelian secara tunai bertahap 12 bulan.

Direct discount hanya berlaku terhadap properti siap huni (ready stock) dan sedang dibangun (under construction). Untuk depe pembayarannya bisa diangsur lima bulan yang berlaku selama periode Easy Deal.

“Jadi, yang ikut paling awal akan mendapatkan diskon dan kemudahan paling banyak. Ini belum termasuk hadiah langsung logam mulia 10 gram untuk 25 pembeli pertama dan hadiah lainnya,” kata Ishak Chandra, CEO Strategic Development & Services SML, saat peluncuran Easy Deal di Jakarta, Sabtu (7/4/2018).

SML menyiapkan produk properti di berbagai proyek di seluruh Indonesia senilai Rp8,2 triliun dalam promo Easy Deal, dengan target penjualan Rp2,5-3 triliun. Sebagai perbandingan, promo Price Amnesty dan Price Lock mencatat penjualan Rp1,7 triliun dan Rp2,1 triliun.

Proyek yang diikutkan antara lain BSD City, Kota Wisata, Legenda Wisata, Banjar Wijaya, Casa de Parco, Nava Park, Grand Wisata, Taman Permata Buana, Aerium, The Elements, Akasa, Southgate, Deltamas, Klaska Residence, Grand City Balikpapan, Nuvansa Bay Batam, dan Wisata Bukit Mas Surabaya.

Ishak menjelaskan, pasar tetap memiliki kemampuan membeli seperti terlihat dari meningkatnya jumlah simpanan senilai Rp1–2 miliar ke atas di bank, tapi mereka enggan membeli atau berinvestasi dalam properti karena menilai sekarang kurang menguntungkan selain tidak likuid. Kalau terjadi sesuatu pada ekonomi dan politik, mereka jadi sulit menguangkannya. Karena itu kemudahan cara bayar menjadi salah satu kiat pengembang memikat konsumen.

“Dengan program yang menarik ini konsumen nggak perlu pikir panjang untuk segera membeli properti (karena kebutuhan dananya jauh lebih ringan). Selain itu harganya juga lebih terjangkau (dan karena itu propertinya akan lebih menguntungkan dalam jangka menengah),” jelas Ishak.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com