Apakah Aset Alternatif Penting Dalam Sektor Real Estate?

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Investor kini semakin beralih ke sektor real estate alternatif untuk memanfaatkan hasil yang menarik dan prospek pertumbuhan jangka panjang di Asia Pasifik, ujar perusahaan konsultan properti, JLL seperti rikis yang diterima mpi-update. Selasa 10/04.

Pada bagian pertama dari enam bagian seri penelitian yang berfokus pada ‘Bangkitnya Real Estate Alternatif di Asia Pasifik’, laporan tersebut mendefinisikan sektor-sektor alternatif sebagai aset real estat non-tradisional seperti perawatan lansia atau panti jompo, perumahan siswa, pendidikan, pusat data dan laboratorium.

“Secara global, Pasar real estate alternatif Asia Pasifik masih relatif belum matang dibandingkan dengan Eropa dan AS tetapi minat terus berkembang karena investor terus mencari sektor baru untuk melakukan diversifikasi aset dan meningkatkan imbal hasil,” ujar Rohit Hemnani, COO dan Head of Alternatives, Pasar Modal, JLL Asia Pasifik. “Cara aset alternatif terstruktur menyajikan sewa operasi jangka panjang, yang menyediakan aliran pendapatan yang stabil dan menurunkan volatilitas pasar.”

Menurut JLL, perkiraan hasil atas aset alternatif seperti pusat data dapat berkisar dari empat hingga enam persen di Tokyo dan Singapura, dan enam hingga tujuh persen untuk Sydney. Sebaliknya, aset inti seperti gedung perkantoran dapat menghasilkan sekitar 2,5 persen di Tokyo dan 4,5 persen di Sydney, sementara pusat perbelanjaan dapat memimpin dengan sekitar lima persen di Australia dan sekitar 2,5 hingga 3 persen di Tokyo.

Hemnani menambahkan, “Pembeli aset alternatif teratas secara global adalah REIT, dana ekuitas, manajer investasi, perusahaan operasi real estate, dan pengembang. Pada 2016 saja, lima kelompok investor ini menempatkan lebih dari 43 miliar dolar AS ke dalam sektor tersebut. Di Asia Pasifik, kami melihat kecenderungan serupa dari pengembang dan ekuitas swasta yang mengalokasikan lebih banyak modal pada aset alternatif. Sementara untuk perawatan lansia, REIT sangat aktif di negara-negara seperti Jepang.”

Laporan tersebut menjelaskan bahwa prospek aset alternatif di Asia Pasifik positif dan akan terus mendapatkan momentum karena pergeseran demografis yang luas seperti urbanisasi, populasi yang menua, serta peningkatan kekayaan rumah tangga dan meningkatnya penggunaan teknologi.

Kelas aset seperti pendidikan dan penyimpanan mandiri akan memperoleh manfaat dari pertumbuhan populasi perkotaan di Asia Pasifik, yang akan mencapai lebih dari 400 juta orang pada tahun 2027. Adopsi smartphone, komputasi berbasis cloud, dan Internet of Things yang cepat akan mendorong lonjakan permintaan akan pusat data, didukung oleh tambahan 560 juta pengguna internet selama dekade berikutnya di wilayah tersebut.

Sementara itu, populasi lansia di kawasan tersebut akan meningkat dengan tambahan 146 juta orang dalam 10 tahun ke depan, dengan demikian akan berkontribusi pada perluasan perumahan lansia dan panti jompo.

Tantangan di Masa Depan

Kendati terdapat penggerak permintaan yang kuat, tetap saja masih ada sejumlah hambatan. Biasanya, perawatan lansia dan pusat data sangat diatur oleh pemerintah sehingga untuk mengelolanya sesuai dengan hukum setempat dapat menjadi suatu tuntutan. Di Asia Pasifik, beragam sektor aset alternatif berada di berbagai tingkat kematangan, sehingga memahami fundamental pasar dan kemampuan operasional juga dapat menjadi tantangan. Namun, terbukti bahwa ada peluang yang signifikan.

Hemanani menjelaskan: “Dengan urbanisasi yang berkembang pesat di seluruh wilayah, sekolah internasional di Asia Pasifik diperkirakan akan bertambah sebanyak tiga sampai empat kali lipat untuk memenuhi target 10 juta siswa selama 15 tahun ke depan. Hal ini akan meningkatkan sektor pendidikan dan akomodasi siswa yang penempatannya baik untuk tumbuh di Australia, Cina, India dan Asia Tenggara.”

“Demikian pula dengan populasi menua yang meningkat, hal ini berarti bahwa pasar perumahan lansia akan berjalan dengan baik, khususnya di Jepang dan Cina, karena pasar-pasar ini memberikan potensi besar untuk tumbuh.” Ujar Hermani.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me