Hunian Aerocity Kertajati Siap Berdiri, Potensial untuk Investasi, Beli!

Big Banner
Ilustrasi. Foto: Rumah123/iStock Photo

  

Namanya juga Bandara Internasional, apa lagi kalau captive market, yang artinya juga pasarnya udah jelas, potensi untuk investasi pastinya cukup besar. Jadi, sebagai investor, kamu bisa siap-siap nih menanam duit di lahan hunian dan komersial yang semacam ini. Pengen tahu macamnya?

Nah, seiring dengan finalisasi dan segera beroperasinya Bandara Internasional Kertajati pada Mei 2018 ini, PT PP Properti Tbk (PPRO) menargetkan pembangunan proyek Aerocity di Kertajati, Jawa Barat, pada kuartal IV-2018.

PPRO akan mengembangkan proyek Aerocity tersebut bekerja sama dengan BIJB Aerocity Development, anak usaha PT Bandara International Jawa Barat (BIJB) selaku pengelola Bandara Kertajati.

Baca juga: Bandara Kertajati Siap Beroperasi, Beli Hunian di Sekitarnya Pasti Ga Rugi!

Apartemen akan lebih dulu berdiri karena merupakan kebutuhan yang dianggap paling mendesak oleh PPRO. Proyek ini ditujukan bagi karyawan perusahaan ground handling, kantor bandara, karyawan maskapai, dan lain-lainnya.

“Jadi proyek ini sudah captive market karena karyawan-karyawan di Bandara itu pasti butuh tempat tinggal yang dekat dengat tempat mereka bekerja,” Kata Direktur Keuangan PPRO, Indaryanto, seperti dikutip Kontan.co.id, Senin (9/4/208).

Rencananya, PPRO akan membangun empat menara apartemen dengan total 1.100 unit di lahan seluas 300 hektare. Akan dibangun berbagai fasilitas, yakni apartemen, hotel, perkantoran, area komersial, dan lain-lain.

Baca juga: REI Jabar Ingin Garap Kertajati Aerocity

Tahun ini (2018), PPRO akan membangun satu Menara dengan kapasitas sekitar 300 unit. Hunian vertikal ini bakal langsung ditawarkan ke perusahan-perusahaan yang ada di Bandara tersebut bagi karyawannya.

Tipe Studio seluas 21 meter persegi akan mendominasi apartemen setinggi lima lantai tersebut. Durasi pembangunan apartemen ini diperkirakan sekitar dua tahun. Sambil membangun apartemen, PPRO juga akan membangun kawasan komersial.

Proyek Aerocity memang punya rencana pengembangan seluas 300 hektare, tapi saat ini lahan yang tersedia baru 150 hektare. Jadi, pengembangan akan difokuskan pada lahan yang sudah tersedia dulu.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me