Pengajuan KPR, Syarat Lengkap Proses Cepat

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Selain suku bunga dan plafon kredit, debitur kredit pemilikan rumah (KPR) biasanya juga menuntut kecepatan respon bank terhadap permohonan kreditnya: diterima atau ditolak. Kepastian yang cepat dari bank itu penting, kata Dewi Damajanti “Maya” Widjaja, Senior Vice President, Head, Mortgage VC PermataBank, untuk menghindari konsumen dari risiko pembatalan pembelian rumah yang bisa berakibat hilangnya uang tanda jadi yang sudah disetor. Jadi, bila KPR ditolak, konsumen bisa segera mencari kredit di bank lain.

Ilustrasi (Foto : dok. Majalah Housing Estate)

Ilustrasi (Foto : dok. Majalah Housing Estate)

Bukan hanya itu, kecepatan pencairan kredit juga menentukan kecepatan pembangunan rumah. Makin cepat bank menyetujui kredit dan mencairkannya, makin cepat pula pengembang membangun dan melakukan serah terima rumah yang dibeli konsumen. Karena itu PermataBank berani memberikan jaminan kepastian pemrosesan kredit lima hari kerja. “Lima hari kerja itu final approval (bila kredit disetujui), bukan hanya persetujuan prinsip,” katanya dalam sebuah wawancara dengan housing-estate.com.

Bank lain juga menjanjikan demikian seperti Bank BTN, CIMB Niaga, OCBC NISP dan lain-lain kendati yang dimaksud approval kredit itu di setiap bank bisa beragam. Kendati demikian tentu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi calon peminjam (debitur) supaya pengajuan kreditnya diproses cepat.

Yang pertama dan terutama tentu saja semua persyaratan yang diminta bank sudah dipenuhi dan diserahkan bersamaan. Misalnya, selain copy identitas, karyawan berpenghasilan tetap akan diminta menyerahkan slip gaji dan copy rekening tabungan minimal dalam tiga bulan terakhir. Nah, dua data ini jangan meleset. Kalau yang satu diserahkan hari ini, satu lagi baru minggu depan, pemrosesan KPR pasti tidak bisa cepat.

Karena itu, kata Eko Budi Supriyanto, Direktur Biro Riset Infobank, sebuah media dan lembaga riset perbankan di Jakarta, penting bagi konsumen mempelajari dulu secara seksama persyaratan yang diminta bank, kemudian memenuhinya dan menyiapkan data yang lengkap-valid, memilih rumah di lokasi yang sesuai dengan kemampuan mencicil dan menyediakan uang muka, baru mengajukan kredit. “Dengan begitu KPR pasti akan diproses cepat dan kemungkinan ditolak sangat kecil,” katanya kepada housing-estate.com di Jakarta beberapa waktu lalu.

Data gaji yang disampaikan tentu saja harus benar, tidak direkayasa. Copy rekening tabungan juga harus aktif, bukan hanya berisi saldo dana, biaya administarsi dan pajak alias pasif atau minim transaksi. Untuk itu sangat baik memasukkan gaji setiap bulan dalam tabungan. Jadi saat mengajukan KPR, tinggal melampirkan copy rekening tabungan yang ada transaksi gaji dan penarikannya itu. Bila income yang menjadi bantalan kredit berasal dari pasangan suami istri, copy rekening tabungannya juga dari dua orang. “Kalau sudah begitu bank pasti lebih mudah dan cepat memproses kredit yang diajukan,” ujar pria yang pernah menjadi komisaris bank itu.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me