Obsesi 6 Pengembang Bangun Fondasi di Lantai Bursa (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi April 2018, menurunkan laporan utama tentang enam pengembang yang akan mencoba peruntungan melepas sahamnya di lantai bursa, melalui rencana Initial Public offering/IPO tahun ini.
Keenam pengembang itu adalah Wika Realty, PT Dafam Property Indonesia , PT PP Urban, PT Mayapada Property Indonesia, PT harvets Time, dan PT Adhi Persada Gedung.

PT Wika Realty anak usaha BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk,misalnya rencananya akan dilakukan sebelum semester I 2018. Perushaan ini tercatat sebagai salah satu anak usaha BUMN yang sudah menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk bisa mencatatkan saham perdananya di BEI.

Wika Realty, disebut-sebut menggunakan dokumen laporan keuangan periode Desember 2017, yang berarti akan melantai di bursa pada semester awal tahun ini. ”Kami menargetkan dana yang dapat terserap antara Rp1,5 sampai Rp2 triliun,” sebut Agung Saladin Dirut Wika Realty kepada Media belum lama ini.

Selain Wika Realty, calon emiten di lini bisnis usaha properti yang dipastikan akan mencatatkan sahamnya melalui skema IPO pada semester I 2018 adalah PT Dafam Property Indonesia. Dafam Property merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti, residensial dan hotel. Sama seperti Wika Realty, perusahaan mencatatkan sahamnya menggunakan laporan keuangan Desember 2017 dan rencana melantai di bursa pada semester I 2018.

Membaiknya sektor properti dalam negeri yang ditandai dengan mulai meningkatnya kinerja penjualan, membuat sebagian besar pengembang optimistis jika sektor properti telah kembali pulih (recovery), setelah mengalami turbulence hebat sejak empat tahun lalu.

Kondisi ini pula yang membuat sejumlah pengembang tak ragu untuk melansir beberapa produk terbaru mereka ke pasaran. Untuk melakukan ekspansi, tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit, karena itu strategi melepas saham perdana ke bursa dianggap paling ampuh.

Jika semua calon emiten tersebut resmi melantai, maka tercatat sebagai IPO paling banyak yang pernah dilakukan oleh lini bisnis usaha properti dalam tiga tahun terakhir. Bagi pengambang, dengan melakukan IPO, mereka akan mendapatkan tambahan dana yang bisa digunakan untuk ekspansi, khususnya untuk mengakuisisi lahan baru. Sebab, sumber pendanaan dari instrumen pinjaman bank memang tidak diperbolehkan untuk keperluan akuisisi lahan.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me