6 Calon Emiten yang akan Mencoba Peruntungan di Bursa (2)

Big Banner

Selain Wika Realty, PT Dafam Property Indonesia berencana menawarkan perdana saham kepada publik alias initial public offering (IPO) pada semester I tahun ini. Perusahaan perhotelan dan properti ini baru saja melaksanakan due dilligence meeting dan public expose di Jakarta pada akhir Maret lalu.

Dafam Property menunjuk PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek. Dari hasil pertemuan tersebut, perusahaan berencana melepas saham dengan rentang Rp110-Rp120 per saham. Dafam sendiri akan melepas sebanyak-banyaknya 400 juta saham, atau mengincar dana sebesar Rp44 miliar sampai Rp48 miliar. Selain itu, Dafam juga menawarkan sebanyak-banyaknya 300 juta waran seri I dengan rasio 4:3 dan harga pelaksanaan waran ditetapkan pada Rp183-Rp150.

Direktur Utama PT Dafam Property Indonesia, Billy Dahlan menyatakan, bisnis perhotelan dinilai masih memiliki nilai yang prospektif. Diantaranya karena banyaknya potensi pariwisata yang bisa menunjang wisatawan.

Strategi ke depan, Dafam bukan hanya ingin menyediakan room saja, namun juga beberapa fasilitas-fasilitas yang bisa juga dinikmati. “Ini akan menawarkan revenue lebih,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Terkait market, ke depan, dia masih mengandalkan pasar dari kebutuhan korporat atau bisnis. Biasanya pasar ini bisa berkontribusi pada hari kerja atau week days. Sedangkan Dafam juga mengincar pasar pariwisata. “Marketnya 80% untuk korporate dan 20% untuk pariwisata,” lanjutnya.

Dafam sendiri akan memakai 47,83% dana IPO untuk membeli tanah dan bangunan seluas 21.232 m² di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Lalu 17,39% dana IPO untuk membeli tanah dan bangunan seluas 253 m² di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kemudian 7,39% dana IPO untuk membeli tanah seluas 645 m2 di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Sekitar 6,74% dana IPO untuk meningkatkan penyertaan modal di anak usaha, yakni PT Dafam Mambo International. Sisanya 20,65% untuk modal kerja. Sedangkan seluruh dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri 1 akan digunakan untuk modal kerja, terutama pengembangan usaha.

Dafam Property memiliki basis di Jawa Tengah, sehingga banyak bergerak di wilayah tersebut meskipun tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, perusahaan mengelola 30 hotel di Sumatera hingga Halmahera, yakni dengan pangsa pasar hotel bintang dua hingga bintang empat. Porsi terbesar merupakan hotel berbintang tiga, dengan nama komersial Grand Dafam dan Hotel Marlin. Sementara Dafam Express Teraskita Waskita Precast merupakan proyek kerja sama dengan badan usaha milik Negara (BUMN) tersebut.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me