Kalau Ga Punya Aset, So What?

Big Banner
Foto: Rumah123/Getty

Kata para periset dan industri demografi, generasi yang kita sebut-sebut sebagai milenial adalah mereka yang lahir sekitar 1980-2000. Nah, kamu masuk kategori itu kan? Prestasi dan kontribusi kamu buat perekonomian kita sih ga diragukan deh, mantap pokoknya. Tapi, nah pake tapi nih, prestasi milenial sayangnya ga diikuti kemampuan mengelola keuangan yang oke.

Jadi, ga heran nih, meski banyak yang sukses dalam pekerjaan, tapi bokek soal keuangan. Kalau kamu ga tahu ke mana aja larinya duit kamu, atau bahkan tiris mulu dari bulan ke bulan, nah berarti tulisan ini buat kamu nih.

Baca juga: Kalau Punya Rumah, Milenial Bakal Punya Aset Berharga Lho

Mau tau saran dari perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie dalam Kompas, Sabtu (15/7/2017)? Bagi penghasilanmu dalam tiga hal: living, saving, dan playing.  Living adalah pengeluaran buat hidup rutin kamu dengan alokasi 50 persen dari penghasilan. Saving merupakan pengeluaran untuk dana darurat dan investasi, alokasinya sekitar 30 persen. Playing adalah dana untuk hiburan dan gaya hidup yang alokasinya sekitar 20 persen dari penghasilan.

Nah, buat milenial, ada tiga investasi yang wajib dilakukan mumpung masih bisa produktif kerja, yakni beli hunian, biaya pernikahan, dan dana buat pensiun. Pertama, milenial mesti memprioritaskan punya hunian. Kenapa harus? Kan bisa kos atau ngontrak? Gini, beli hunian itu akan memaksa kamu untuk punya aset pertama.

Baca juga: Kalau Gaji Udah Gede, Baru Deh Beli Rumah, Yakin Kamu?

Emang apa untungnya sih punya aset? Keuntungan punya aset tetap, yakni kamu punya nilai aset kekayaan yang terus meningkat. Nih ya, kalau suatu saat nanti kamu punya masalah keuangan, aset pertama kamu itu bisa kamu jual atau kamu gadai.

Paham kan sekarang kenapa investasi pertama kamu adalah punya rumah? Jadi, prioritaskan dong beli rumah! Ingat, alokasi dananya dari 30 persen penghasilanmu. Bisa aja 10 persen kamu masukan ke pos investasi rumah, 10 persen ke pos investasi dana pernikahan, dan 10 persen lagi khusus dana pensiun.

Walaupun kamu belum tahu pasti kapan akan menikah ya siapkan aja dana 10 persen untuk tujuan keuangan itu. Membangun keluarga kan sama pentingnya dengan membangun rumah, kudu persiapan dana. Jadi, kamu harus memikirkannya dari sekarang-sekarang.

Baca juga: Udah Kerja, Masak Sih Masih Numpang Juga?

Kalau soal dana pensiun, emang sih masih ga kebayang ya buat para milenial. Terasa masih jauuuhhh…. Tapi, tetap aja kamu harus memikirkannya dan mempersiapkannya dari sekarang. Kenapa? Karena kalau kamu udah mulai dari sekarang menabung atau berinvestasi untuk dana pensiun nanti, maka kamu punya waktu yang sangat panjang untuk mengumpulkannya ketimbang mendadak nabung.

Nih ya, semisal kamu merencanakan pensiun pada umur 55 tahun dan sekarang kamu berusia 25 tahun, maka kamu punya rentang waktu 30 tahun untuk menabung. Tarolah gaji kamu sekarang Rp5 juta. Kalau nabung 10 persen dari penghasilan berarti kan Rp500.000 per bulan, nah kalau nabungnya 30 tahun totalnya jadi Rp180 juta. Kurang banyak? Makanya jangan hanya ditabung aja, diinvestasikan dong.

Baca juga: Gaya Hidup atau Hidup Gaya?

Kalau imbal balik dari investasi tarolah 15 persen per tahun, maka untuk 30 tahun bisa jadi Rp810 juta. Kalau investasinya dalam bentuk rumah yang imbal baliknya sekitar 20 persen per tahun, maka nominal yang bisa kamu dapat lebih banyak lagi kan? Coba hitung sendiri deh!

Jadi, itulah pentingnya kalau kamu punya aset. Apalagi kalau aset pertama kamu berupa rumah pertama. Syukur-syukur sih ada rumah kedua, ketiga, dan seterusnya. Ga mustahil kalau tua nanti kamu jadi kaya raya, orang dari muda udah sadar berinvestasi!

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me