Tiga Bulan Pertama 2018 BTN Raih Laba Rp684 Miliar

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Bank BTN kembali mencatat kinerja yang sangat baik untuk periode tiga bulan (triwulan) pertama (Januari-Maret) 2018. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) misalnya, melesat 23,54 persen dari Rp157,41 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi Rp194,48 triliun. Peningkatan perolehan DPK itu berasal dari giro 22,55 persen, tabungan 43,35 persen, deposito 16,87 persen, dan produk lain.

Direktur Utama Bank BTN Maryono (kelima dari kiri) saat memaparkan kinerja Bank BTN triwulan I 2018 kepada pers di Jakarta, Kamis (19/4/2018), bersama jajaran direksi BTN lainnya. (Foto: Yudiasis Iskandar/HousingEstate)

Direktur Utama Bank BTN Maryono (kelima dari kiri) saat memaparkan kinerja Bank BTN triwulan I 2018 kepada pers di Jakarta, Kamis (19/4/2018), bersama jajaran direksi BTN lainnya. (Foto: Yudiasis Iskandar/HousingEstate)

“Kenaikan DPK itu membuat kami yakin bisa mencapai target pertumbuhan kredit tahun ini dengan penopang tetap dari pembiayaan perumahan yang menjadi core bisnis kami. Amunisi pertumbuhan DPK 23,54 persen itu cukup kuat untuk kami kembali mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit rata-rata  20 persenan sampai akhir tahun nanti,” kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN, saat memaparkan kinerja Bank BTN triwulan I 2018 di Jakarta, Kamis (19/4/2018), bersama jajaran direksi lainnya.

Untuk kredit BTN mencatat pertumbuhan penyaluran 20,32 persen dengan kenaikan penyaluran KPR bersubsidi mencapai 32 persen dan KPR nonsubsidi 12,24 persen, jauh di atas pertumbuhan rata-rata kredit perbankan yang 8,4 persen.

Dengan peningkatan penyaluran kredit itu, selama tiga bulan pertama 2018 Bank BTN berhasil mencatat laba bersih Rp684 miliar atau meningkat 15,13 persen. Sementara rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL)-nya turun dari 3,34 persen tahun lalu menjadi 2,78 persen per 31 Maret 2018.

“Rasio NPL itu merupakan yang terendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang menandakan penyaluran kredit Bank BTN makin berkualitas,” katanya. Ia menambahkan, biasanya pada awal tahun bisnis cenderung melambat sehingga penyaluran kredit perbankan juga menurun.

“Kami senang karena penyaluran kredit BTN justru naik sehingga membuat kami lebih confident mencapai target pada triwulan-triwulan berikutnya,” ujar Maryono.

Yang meningkat bukan hanya penyaluran kredit konvensional tapi juga pembiayaan syariah melalui Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN. Hingga 31 Maret 2018 UUS Bank BTN sudah menyalurkan pembiayaan Rp18,8 triliun atau meningkat 26,94 persen dibanding triwulan pertama 2017 yang Rp14,81 triliun, dengan laba bersih Rp116,32 miliar atau naik 24,02 persen dibanding triwulan I 2017 yang Rp93,79 miliar.

Penyaluran pembiayaan tetap berkualitas yang terlihat dari rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) yang terjaga di 1,02 persen, dan didukung peningkatan DPK yang juga signifikan (28,82 persen) dari Rp14,53 triliun menjadi Rp18,72 triliun. Dengan  pencapaian itu, aset UUS Bank BTN pun melesat menjadi Rp23,31 triliun dari Rp17,79 triliun pada triwulan satu tahun lalu.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me