Lippo Cikarang Raih Pendapatan Rp1,5 Triliun di 2017

Big Banner

PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) mengumumkan hasil audit keuangan tahun 2017 yang berakhir pada 31 Desember 2017. Meskipun terdapat pelemahan makro ekonomi dan nilai tukar pupiah, perusahaan melaporkan Pendapatan mencapai Rp1,5 triliun, Laba Bruto sebesar Rp633 miliar, EBITDA sebesar Rp433 miliar dan Laba Bersih sebesar Rp368 miliar.

“Pencapaian tahun 2017 dikarenakan melemahnya pasar properti Indonesia. Namun proyek Meikarta sebagai kota modern dan terlengkap fasilitasnya, Lippo Cikarang memiliki proyek yang berkesinambungan untuk pertumbuhan masa depan,” kata Ivan Budiono, Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk..

Pendapatan dari Hunian dan Apartemen sebesar Rp1,12 triliun atau menyumbang 75% dari Total Pendapatan. Pendapatan dari Komersial dan Ruko sebesar Rp54 miliar menyumbang 4% terhadap Total Pendapatan, sementara dari Industri sebesar Rp33 miliar menyumbang 2% dari Total Pendapatan.

Pendapatan Recurring LPCK naik sebesar 7% menjadi Rp285 miliar dari Rp267 miliar di tahun 2016, memberikan kontribusi sebesar 19% dari Total Pendapatan Perseroan di tahun 2017. Total Aset tumbuh sehat sebesar 119% menjadi Rp12,37 triliun di tahun 2017 dari Rp5,65 triliun pada akhir tahun 2016.

LPCK adalah pengembang kawasan perkotaan dengan lahan seluas lebih dari 3.400 hektar, dengan kawasan industri sebagai basis ekonomi. LPCK telah berhasil membangun lebih dari 14.000 hunian, dengan penghuni 51.250 orang dan 500.500 orang yang bekerja setiap hari disekitar 1.200 perusahaan manufaktur yang tersebar di Kawasan Industri Lippo Cikarang.

LPCK merupakan Anak Perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). LPCK adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memiliki Kapitalisasi Pasar sebesar Rp2,22 triliun atau setara US$164juta pada 13 Desember 2017. YS

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me