Trend Pengembangan Transit Oriented Development/TOD (3)

Big Banner

Senada dengan Budiarsa, Pingki Elka Pangestu, Vice President INTA, menuturkan, pengembangan kawasan berbasis TOD harus direncanakan secara matang dan terukur. “Yang saya khawatir begini, kalau tidak direncanakan, TOD itu malah jadi bottleneck, mandek. Misalnya tiba-tiba ada satu juta orang yang masuk moda raya transportasi (MRT),” ujarnya.

Pinki mengatakan, istilah TOD jauh lebih rumit daripada yang saat ini banyak orang ketahui. Pingki menggambarkan, rumah dia saat ini berada di kawasan TOD karena sangat dekat dengan rencana stasiun MRT di Sisingamangaraja, Kebayoran Baru. Saat ini saja meski MRT belum beroperasj, kata dia, mulai banyak pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar stasiun. Ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Dengan banyaknya komuter dan pedagang, rumah saya terdesak dan tinggal di daerah sana jadi enggak nyaman lagi,” kata Pingki. Di satu sisi, imbuh dia, pengembangan TOD tujuannya mulia, yaitu meningkatkan mobilitas yang kemudian membuat kualitas hidup manusia lebih baik. Dalam hal meningkatkan mobilitas, ia menambahkan, TOD membuat seseorang tinggal dekat transportasi umum yang terintegrasi sehingga mudah menuju banyak tempat dengan biaya lebih murah dan waktu lebih singkat.

“Kalau sekarang misalnya kita naik kendaraan dari lokasi A ke B butuh waktu 2 jam. Dengan mobilitas yang meningkat, dalam kurun waktu yang sama bisa menjangkau lebih banyak tempat atau dalam radius lebih besar,” sebut Pingki. Adapun dari segi peningkatan kualitas hidup, lanjut dia, sebaiknya TOD juga tidak hanya nyaman bagi pekerja tetapi keluarga yang menempati huniannya. Jangan sampai, sebagai pekerja ditunjang mobilitiasnya, tetapi keluarga seperti anak dan istri tidak mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan seperti kesehatan dan pendidikan.

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pemerintah sebenarnya berharap agar pihak swasta juga dapat bermain dalam sektor ini. Sejauh ini, kata dia, sudah ada beberapa pihak yang diajak berkomunikasi untuk pengembangan hunian berbasis TOD. “Kami sudah gandeng swasta. Jadi nanti bisa bikin di Terminal Poris Plawad. Kami akan bikin Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), terus yang LRT dan MRT kami akan undang swasta,” kata Budi dalam sebuah diskusi di Jakarta. MPI YS

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me