Apartemen di Hong Kong Makin Mini dan Makin Selangit Harganya

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Sudah bukan cerita baru kalau harga tanah dan hunian di Hong Kong selangit, sehingga makin tak terjangkau orang kebanyakan. Menurut Nerida Conisbee, Chief Economist REA Group, mengacu pada data pemerintah setempat, 27 persen warga Hong Kong tidak berharap bisa membeli rumah.

Ilustrasi tipe studio. (Foto: South China Morning Post)

Ilustrasi tipe studio. (Foto: South China Morning Post)

Hasil survei perusahaan iklan digital khusus properti ini juga menunjukkan, dari 1.003 responden, 16 persen di antaranya tidak berencana membeli properti karena sudah gentar duluan dengan harganya yang selangit.

Mafhum adanya jika kemudian pengembang properti di sana merajang makin mini ukuran unit apartemen yang dijualnya agar harganya bisa lebih terjangkau, terutama oleh pembeli rumah pertama yang biasanya akan menghuni sendiri (end user) apartemennya.

Jadilah makin banyak pengembang yang menawarkan unit apartemen berukuran di bawah 18,6 m2 yang di sana biasa disebut dengan istilah micro apartment. Hingga tahun 2020 setidaknya ada 510 rumah mungil yang dibangun setiap tahun. Menurut konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL), jumlah tersebut berlipat tiga kali dibanding 2014-2016.

Berdasarkan data Departemen Bangunan Hong Kong, di daerah Sham Shui Po, Kowloon City dan Tin Shui Wai, 15 persen dari 3.300 unit apartemen dari enam proyek yang sudah disetujui perijinannya, ukurannya kurang dari 18,6 m2 per unit. Ukuran tersebut adalah luas bersih, luas semigross-nya 23,22 m2 (4,3 x 5,4 m2) termasuk balkon dan kamar mandi. Luasa unit itu tidak berbeda dengan ukuran unit tipe studio yang banyak ditawarkan apartemen di metropolitan Jabodetabek.

Adapun ukuran unit paling mini yang saat ini ditawarkan di Hongkong adalah 11,4 m2, lebih kecil daripada ukuran standar 20 ft container yang berdimensi 6,1 x 2,4 m2 atau 14,6 m2 dengan tinggi 2,6 meter. Bahkan masih lebih luas area parkir tipikal di Amerika Serikat yang 16-17 m2. Unit apartemen mikro ini ada di sebuah proyek yang dilansir pengembang BUMD Sham Shui Po, Wing Kwok Enterprises, di area padat penduduk di bagian barat laut Kowloon.

“Dengan ukuran seperti itu, di dalam unit hanya tersedia sebuah ruang berisi open kitchen dan sebuah kamar mandi. Biasanya dua ruang ini menambah 10 persen dari luas ruang bersih,” kata  Victor Lai Kin-fai, Managing Director of Centaline Surveyors.

Contohnya, proyek besutan Vanke Property di sudut Fuk Wing Street, Camp Street dan Fuk Wah Stree, sebelah timur Sham Shui Po, 53 persen dari 466 unit apartemen yang ditawarkannya berukuran 16,4 m2. Luas ini tidak termasuk dapur dan kamar mandi.

Masih di blok itu, tepatnya di sudut Sheung Heung Road dan Kowloon City Road, di apartemen hasil kolaborasi New World Development dan the Urban Renewal Authority (URA), 86 persen dari 294 unitnya berukuran 15,3 m2.

Bergeser ke utara, di daerah Tin Shui Wai, Sun Hung Kai Properties akan membangun apartemen (1.770 unit) yang unit-unitnya berukuran 17-101 m2. Ada 55 unit yang berukuran 17 m2 belum termasuk dapur dan kamar mandi.

Makin kecil ukuran unit, kata Lai, harga rata-ratanya justru semakin tinggi daripada yang berukuran lebih besar. “Akibatnya, makin mendorong pengembang membangun unit yang lebih kecil,” ujarnya. Unit studio termahal di Hong Kong saat ini ada di apartemen Pok Fu Lam, Kowloon Development, di daerah Sai Ying Pun, berukuran19,4 m2 yang dijual HK$8,82 juta atau HK$454.640 per m2. Jika dirupiahkan setara Rp15,75 miliar per unit!

Sumber: South China Morning Post

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me