Holcim Penjualan 2017 Meningkat Tapi Merugi

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Perusahaan-perusahaan semen di Indonesia mengaku mengalami kesulitan meningkatkan pendapatan karena kelebihan pasokan. Salah satu dampaknya, tekanan pada harga sehingga marjin pendapatan tergerus dalam lima tahun terakhir.

Stand Holcim di sebuah pameran properti di Jakarta (foto: HousingEstate/Susilo Waluyo)

Stand Holcim di sebuah pameran properti di Jakarta (foto: HousingEstate/Susilo Waluyo)

Selain itu dalam Peraturan Menteri Perdagangan No. 7/2018 yang ditandatangani 12 Januari 2018 tentang impor klinker dan semen berpotensi memperparah kondisi produsen semen domestik.

Menurut Asosiasi Semen Indonesia (ASI), regulasi itu kontradiktif dan bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan produk dalam negeri. Oleh karena itu produsen semen di Indonesia berharap dapat mengambil bagian dalam realisasi proyek pemerintah untuk mengurangi kondisi kelebihan pasokan di pasar domestik.

ASI melaporkan total penjualan semen di Indonesia tahun 2017 mencapai 69,2 juta ton, meningkat 9,5 persen dari tahun 2016 yang 63,2 juta ton. Dari total penjualan itu konsumsi untuk domestik mencapai 66,3 juta ton, meningkat 7,6 persen dari tahun 2016 yang 61,6 juta ton.

Sementara produsen semen dan beton PT Holcim Indonesia Tbk yang menyampaikan laporan kinerja tahun 2017 di Jakarta, Rabu (25/4/2018), mencatat peningkatan penjualan 7,8 persen dari sektor infrastruktur dan ritel.

Penjualan bersih relatif stabil dari Rp9.458 miliar tahun 2016 menjadi Rp9.382 miliar tahun lalu. Unit bisnis agregat dan beton dari Holcim tumbuh 33,84 persen dari Rp107.49 miliar tahun 2016 menjadi Rp143.87 miliar tahun 2017, sedangkan layanan konstruksi lainnya tumbuh lebih dari dua kali lipat dari Rp186,48 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp384,25 miliar pada tahun 2017. Peningkatan pendapatan operasional sebesar 6,3 persen dari Rp206 milyar menjadi Rp219 miliar.

Kendati demikian Holcim mencatat kerugian Rp758 miliar karena situasi yang sulit di pasar, tekanan harga dan kewajiban-kewajiban keuangan perusahaan. Peningkatan realisasi proyek infrastruktur pemerintah seperti jalan tol, bandara, dan pengembangan pelabuhan, diharapkan mampu meningkatkan permintaan pasokan semen dan beton tahun ini.

Holcim juga mengantisipasi potensi pertumbuhan pasar di Sumatera Selatan dengan mempersiapkan kehadiran terminal semen di Palembang yang diharapkan selesai dibangun tahun ini.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me