Makin Banyak Gedung Tua di Beijing Diubah Jadi Properti Komersial Modern

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Mengubah fungsi dan peruntukan kawasan kota tua yang bernilai historis menjadi fungsi komersial baru dan modern, bukan sesuatu yang baru. Sudah banyak kota di dunia melakukannya dengan beragam alasan, terutama untuk menghidupkan dan menyegarkan kembali kawasan tersebut. Pun di Beijing, China. Gedung-gedung di sejumlah kawasan kota tuanya kini banyak yang diubah jadi hotel dan coworking space (ruang kerja bersama untuk berkolaborasi).

Hutong di Danau Hou Hai, Xicheng, Beijing. (Foto: world archeology)

Hutong di Danau Hou Hai, Xicheng, Beijing. (Foto: world archeology)

Lokasi yang strategis, dekat obyek wisata serta banyaknya permintaan menjadi dasar perubahan fungsi atau peremajaan kawasan tersebut. Lahan untuk pengembangan baru makin terbatas. Maklum, pemerintah Ibu kota Tiongkok itu makin mengetatkan perubahan fungsi lahan.

Pemda Beijing tidak lagi mengeluarkan izin pembangunan di area baru dalam radius delapan kilometer dari pusat kota. Batas radius tersebut adalah jalan lingkar keempat yang mengelilingi kota.

“Sesuai dengan rencana pembangunan kota Beijing 2016-2035, pembangunan proyek realestat komersial baru tidak lagi diizinkan di dalam area pusat kota. Akibatnya banyak situs lawas yang diminati menjadi lokasi pengembangan properti baru terutama perkantoran,” kata  Zhang Ping, Executive Director of International Federation of Finance & Real Estate.

Salah satu contohnya Vue Hotel yang berada di bibir danau Houhai, tepatnya di Yang Tang Hutong, Jalan De Sheng Men Nei,  Xicheng. Sebelumnya ini hotel milik pemerintah yang tak menarik. Kini menjadi hotel butik yang mengawinkan kultur tradisional Tiongkok dengan fitur modern abad 21.

“Apa yang kami lakukan adalah menyediakan sesuatu yang khas, kelas atas yang mengawinkan kultur tradisional Tiongkok dan layanan kelas dunia,” kata Andy Mok, juru bicara pemilik hotel tersebut.

Menilik sedikit istilah hutong, ini adalah jalan dengan lebar sekitar sembilan meter yang menghubungkan perkampungan-perkampungan lawas yang ada di sekitar situs sejarah “Kota Terlarang”, lokasi istana raja. Di dalam perkampungan itu terdapat courtyard yang dikelilingi rumah-rumah kuno. Banyak hutong dan perkampungan lawas di Beijing ini yang sudah bersalin rupa demi modernisasi kota. Namun beberapa masih dipertahankan sebagai obyek sejarah.

Masih di dalam distrik Xincheng, Kaiyuan Hotel di Caishikou kini sudah berubah menjadi gedung perkantoran Zriver Trust Building. Hotel kuno itu dibeli lembaga pengelola keuangan swasta dua tahun lalu. Gedung baru itu akan beroperasi tahun ini.

Di sebelah utara jalan lingkar ketiga, di bekas lahan gedung department store Sun Palace Parkson, juga sedang dibangun gedung perkantoran. Sudah terjual sejak dua tahun lalu, gedung inipun siap diisi tahun ini.

Tak hanya hutong di lokasi Vue Hotel, hotel-hotel baru pun bermunculan di sejumlah hutong lain seperti di Gulou, Dongsi, Qianmen dan Sanlitun. Termasuk coworking space yang makin tren belakangan ini. Salah satunya 5Lmeet yang mengisi gedung bekas pabrik kecap di Dongsi.

Vue Hotel sendiri baru soft launching. Gedungnya berdiri di sebuah courtyard lapang, didesain dengan nuansa kontemporer yang kental. Terdiri atas 80 kamar dengan tarif 6.088 yuan per malam (sekitar Rp13 juta), hotel ini dilengkapi dengan restoran Pink Rabbit dan rooftop bar bernama Moon Bar.

Vue memang menyasar pasar kelas atas seperti para penasihat keuangan, artis dan diplomat dari negara asing, selain warga kaya lokal yang menyukai gaya hidup mewah dan modern ala barat.

Sumber: South China Morning Post

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me