BI: Penjualan Rumah Meningkat, Harga Hanya Naik Tipis

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Survei Bank Indonesia (BI) untuk properti residensial primer (baru) yang dipasarkan hingga triwulan IV atau akhir tahun 2017 mengungkapkan peningkatan pertumbuhan penjualan dibanding sebelumnya tanpa mendorong kenaikan harga.

Ilustrasi : Rumah Menengah Foto : Majalah Housing Estate

Ilustrasi : Rumah Menengah Foto : Majalah Housing Estate

Secara triwulanan, mengutip situs Bank Indonesia (BI), Jum’at (27/4/20178), triwulan IV 2017 mencatatkan peningkatan kenaikan tipis harga rumah 0,55 persen dibanding triwulan sebelumnya yang 0,50 persen.

Pertumbuhan harga terjadi pada semua tipe rumah dengan kenaikan paling tinggi (0,79 persen) untuk rumah tipe menengah. Berdasarkan wilayah, Bandar Lampung mencatatkan kenaikan harga yang paling tinggi mencapai 1,8 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Sementara penjualan properti residensial pada triwulan IV 2017 menunjukan peningkatan 3,05 persen dibanding triwulan tiga yang 2,58 persen. Sejalan dengan peningkatan penjualan itu, angka penyaluran KPR dan KPA juga menunjukan kenaikan. “Ssebagian besar konsumen atau sebesar 75,93 persen masih menggunaka pembiayaan dari bank (KPR) untuk membeli rumah. Sementara kalangan pengembang masih menggunakan dana internal perusahaan sebagai sumber utama pembiayaan pengembangan properti residensial dengan porsi mencapai 56,18 persen<’ tulis survei itu.

Secara tahunan pertumbuhan harga properti residensial juga tipis, dari 3,32 persen tahun 2016 menjadi 3,5 persen tahun 2017. Kenaikan didorong terutama oleh kenaikan harga bahan bangunan (34,67 persen) dan upah pekerja (21,33 persen). Bahan bangunan dan upah pekerja, menurut survey BI, masih menjadi faktor dominan kenaikan harga properti residensial.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me