Sandiaga Uno: Ingin Naik Kelas? Kamu Harus Punya Rumah Sendiri

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, salah satu pejabat pemerintah yang juga memberi perhatian terhadap upaya kaum muda milenial punya rumah sendiri. Salah satu bentuk perhatian itu ditunjukkannya dengan hadir memberikan sambutan dalam diskusi Ngobrol Properti (Ngopi) bertajuk “Kapan Beli Properti untuk Milenial” yang diadakan Kadin Indonesia bidang properti di Jakarta akhir pekan lalu. Diskusi menghadirkan pembicara dari kalangan pengembang, perbankan, perusahaan fintech dan situs jual beli properti serta pengurus Kadin termasuk Ketua Umumnya Rosan Perkasa Roeslani.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (berdiri tengah berseragam) sedang memberikan sambutan dalam diskusi Ngobrol Properti (Ngopi) bertajuk “Kapan Beli Properti untuk Milenial” yang diadakan Kadin Indonesia di Jakarta akhir pekan lalu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (berdiri tengah berseragam) sedang memberikan sambutan dalam diskusi Ngobrol Properti (Ngopi) bertajuk “Kapan Beli Properti untuk Milenial” yang diadakan Kadin Indonesia di Jakarta akhir pekan lalu.

Menurut Sandi, berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi milenial cenderung lebih suka berbagi (sharing) dan menggunakan atau memanfaatkan, tidak harus memiliki sendiri (ownwrship) termasuk soal rumah. Harga rumah yang kian mahal mendorong kecenderungan itu. Gaya hidup digital yang lebih mengutamakan “pengalaman untuk mendapatkan pengakuan (esteem)” seperti jalan-jalan, hang out dan sejenisnya, makin menguatkannya.

“Padahal, kalau mau naik kelas (dalam hidup), kamu harus punya aset seperti rumah. Karena itu punya rumah sendiri itu penting. Beli sekarang karena Indonesia terus tumbuh. Tahun 2030 kita akan jadi negara dengan ekonomi nomor lima terbesar di dunia, sedangkan Jakarta dan sekitarnya menjadi megapolitan terbesar tahun 2035,” katanya.

Untuk warga Jakarta, Pemprov DKI akan membantu milenial memiliki rumah sendiri dengan melansir program depe Rp0. Pemerintah Jakarta menargetkan bisa menyediakan 50.000 unit hunian setiap tahun sampai tahun 2024. Tipe unitnya 21–36 m2 seharga maksimal Rp350 juta sesuai aturan pemerintah mengenai harga apartemen bersubsidi di Jakarta. Konsumen bisa membelinya dengan KPR bersubsidi skim FLPP dengan bunga 5 persen per tahun fix (tetap) hingga 20 tahun.

Yang berhak membelinya warga Jakarta berpenghasilan maksimal Rp7 juta/bulan. Pemerintah Jakarta akan membantu menalangi uang mukanya. Selanjutnya konsumen mencicil kredit uang muka itu bersama angsuran kredit senilai Rp1,9–2,3 juta/bulan. Ia meminta perusahaan developer berpartisipasi aktif mendukung pengembangan hunian dalam program depe Rp0 itu. “Pemerintah Jakarta tidak mungkin membangunnya sendiri karena terkendala aturan dan lain-lain,” kata pria yang sebelumnya juga pengusaha ini.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me